SMP Negeri 13 Yogyakarta menargetkan peningkatan kualitas pendaftar KKO

id kelas khusus olahraga,KKO,SMP 13 Yogyakarta,pendaftar

SMP Negeri 13 Yogyakarta menargetkan peningkatan kualitas pendaftar KKO

Pendatfaran siswa baru untuk kelas khusus olahraga (KKO) di SMP Negeri 13 Yogyakarta (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - SMP Negeri 13 Yogyakarta yang kembali membuka satu kelas khusus olahraga (KKO) pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2020/2021 menargetkan peningkatan kualitas pendaftar untuk kelas tersebut.



“Kami melakukan pendekatan dan pemahaman kepada siswa kelas 6 SD yang lulus tahun ini dan memiliki potensi serta prestasi di bidang olahraga untuk bisa mendaftar di kelas khusus olahraga di SMP 13,” kata Kepala SMP Negeri 13 Yogyakarta Orbantari Dwi Santosawati di Yogyakarta, Jumat.



Pendekatan dan sosialisasi mengenai kelas khusus olahraga tersebut dilakukan melalui kelompok kerja guru SD sehingga diharapkan siswa yang memiliki prestasi olahraga di tingkat daerah, nasional hingga internasional bisa meneruskan sekolah tanpa kehilangan kesempatan untuk meningkatkan prestasi di bidang olahraga dengan bersekolah di kelas khusus olahraga SMP Negeri 13 Yogyakarta.



“Saat anak mengikuti sebuah event kejuaraan, tentu mereka membutuhkan waktu untuk berlatih. Kami akan memfasilitasi kebutuhan siswa tersebut,” katanya.



Di SMP Negeri 13 Yogyakarta, sejumlah cabang olahraga yang menjadi unggulan di antaranya sepak bola, bola voli, dan sejumlah cabang olahraga bela diri.



Pendaftaran kelas khusus olahraga dilakukan sejak Jumat (29/5) hingga 5 Juni dengan kuota 34 siswa.



“Diharapkan, jumlah pendaftar bisa mencapai 80 orang. Selain menyiapkan dokumen berupa portofolio prestasi olahraga, mereka juga akan mengikuti uji kemampuan bakat,” katanya.



Karena pendaftaran kelas khusus olahraga dilakukan secara offline, maka SMP Negeri 13 Yogyakarta menyiapkan protokol kesehatan sebagai antisipasi potensi penularan virus corona, di antaranya mengatur jadwal pendaftaran untuk tiap kecamatan.



“Harapannya, tidak ada penumpukan pendaftar di sekolah karena sudah dijadwal per kecamatan,” katanya.



Pada pendaftaran hari pertama, Jumat (29/5) dilakukan untuk Kecamatan Mantrijeron dan Kraton. Pada hari tersebut terdapat 20 pendaftar yang sudah mengambil formulir dan sembilan mengembalikan formulir dengan syarat yang sudah lengkap.



“Jika belum lengkap, maka bisa disusulkan pada hari berikutnya,” katanya.



Salah satu orang tua siswa, Djoeliyah mengatakan, mekanisme pendaftaran cukup mudah karena sudah diatur alurnya dengan jelas.



“Proses pendaftaran lancar, dan protokol pencegahan COVID-19 juga dilakukan dengan baik,” katanya yang mengantar anaknya yang memiliki prestasi di cabang olahraga taekwondo.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar