Gugus Tugas COVID-19 Yogyakarta masih tunggu hasil uji swab dari 11 PDP

id yogyakarta,rapid test, pdp, COVID-19

Gugus Tugas COVID-19 Yogyakarta masih tunggu hasil uji swab dari 11 PDP

Ilustrasi rapid test COVID-19 di salah satu puskesmas di Kota Yogyakarta (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta masih menunggu hasil uji swab dari 11 pasien dalam pengawasan, disamping tetap memantau kondisi kesehatan dari tujuh pasien positif COVID-19 yang masih menjalani perawatan di kota tersebut.

“11 pasien dalam pengawasan (PDP) ini berasal dari beberapa klaster. Misalnya dari klaster gereja, swalayan Indogrosir dan dari luar kota,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa.
 

Menurut dia, perkembangan kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta dalam beberapa pekan terakhir cenderung landai karena penambahan kasus positif hanya berasal dari pasien dalam pengawasan maupun dari orang dalam pemantauan.

“Selama sekitar dua pekan, tidak ada penambahan kasus positif baru di luar kasus yang sudah masuk, baik itu dari PDP maupun ODP,” katanya.

Artinya, lanjut Heroe, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta cukup menjaga agar tidak ada penambahan kasus sekaligus melakukan berbagai upaya untuk meyakinkan bahwa tidak ada lagi penularan virus corona di Yogyakarta.

Salah satu upaya yang akan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi penularan virus corona adalah dengan melakukan rapid test secara acak, salah satu sasarannya adalah pasar tradisional dan kemungkinan akan diperluas ke sejumlah lokasi keramaian, seperti mal, kafe, dan restoran.
 

“Untuk tahap awal akan dilakukan di pasar tradisional. Kami siapkan 250 rapid test kit. Petugas dari Dinas Kesehatan akan diterjunkan ke pasar tradisional untuk melakukan rapid test,” katanya.

Heroe berharap, tidak ada temuan rapid test dengan hasil reaktif di pasar tradisional di Kota Yogyakarta. “Harapannya memang tidak ada hasil reaktif maupun hasil swab yang positif. Jika ada, kami akan melakukan berbagai upaya untuk melacak potensi penularannya di masyarakat,” katanya.

Ia mengimbau agar masyarakat bisa berperan dalam kegiatan rapid test tersebut, sehingga bisa mendukung upaya pemerintah daerah dalam melakukan kajian terhadap kondisi penularan virus di Kota Yogyakarta sebagai bagian dalam pengambilan kebijakan.
 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengaku siap mendukung kegiatan rapid test acak di pasar tradisional.

“Kegiatan tersebut pasti akan dilakukan secara terukur. Kami melakukan persiapan untuk mendukung,” katanya yang menyebut di Kota Yogyakarta terdapat sekitar 13.000 pedagang dari 30 pasar tradisional.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar