Tes cepat acak pada hari pertama di Yogyakarta sasar 100 pedagang

id rapid test acak,pedagang pasar,yogyakarta

Tes cepat acak pada hari pertama di Yogyakarta sasar 100 pedagang

Ilustrasi - Rapid test acak untuk pedagang pasar tradisional Kota Yogyakarta (HO-Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Kota Yogyakarta mulai melakukan tes cepat (rapid test) secara acak yang rencananya digelar selama dua hari dan pada pelaksanaan hari pertama, Rabu (3/6) ditargetkan mampu menyasar 100 pedagang dari sejumlah pasar tradisional di kota tersebut.

“Untuk hari pertama, kami siapkan 100 rapid test kit. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasar. Ada yang dilakukan langsung di pasar atau pedagang diminta datang ke puskesmas terdekat,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, pelaksanaan rapid test acak kepada pedagang di pasar tradisional sangat penting sebagai bahan kajian dan evaluasi terkait perkembangan penularan virus corona di Kota Yogyakarta karena di pasar tradisional biasanya merupakan tempat pertemuan orang dari berbagai wilayah.

“Pasar tradisional di Kota Yogyakarta tidak hanya dikunjungi warga dari Kota Yogyakarta saja tetapi ada juga warga dari kabupaten sekitar. Pedagang yang berjualan pun terkadang merupakan warga dari kabupaten sekitar,” katanya.

Oleh karenanya, lanjut Heroe, pasar tradisional merupakan bagian penting dari kajian epidemiologi kondisi pandemi COVID-19 di Kota Yogyakarta, terlebih aktivitas di pasar tradisional sudah kembali berangsur-angsur normal sekitar satu bulan terakhir.

Dalam kegiatan rapid test acak tersebut, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta menyiapkan 250 kit. Pasar yang akan menjadi sasaran juga dipilih untuk memastikan keterwakilan posisi sebaran wilayah.

“Ada yang mewakili Yogyakarta bagian timur, barat, utara, selatan dan di tengah. Pedagang pun diacak,” katanya.

Heroe berharap, akan memperoleh gambaran yang lebih rinci mengenai kondisi kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta usai melakukan tes cepat secara acak tersebut.

“Setelah dari pasar tradisional, akan dilanjutkan ke sejumlah tempat publik lain, misalnya kafe, restoran dan mall. Komunikasi terkait rencana itu terus kami lakukan. Sudah ada yang menyatakan kesediaan mereka,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan, pedagang di pasar tradisional menyambut baik kegiatan rapid test tersebut.

“Awalnya, kami merasa khawatir ada sedikit kesulitan mengajak pedagang mengikutinya. Tetapi ternyata pedagang menyambut baik dan mudah diajak bekerja sama,” katanya.

Yunianto menambahkan, tidak semua rapid test dilakukan langsung di pasar tradisional karena tidak semua pasar memiliki lokasi yang memadai. “Di Pasar Beringharjo, dilakukan langsung di pasar. Selain karena jumlah pedagang yang dijadwalkan mengikutinya cukup banyak, juga karena ada lokasi yang cukup ideal,” katanya.

Tes cepat di Pasar Beringharjo dilayani petugas dari tiga puskesmas yaitu Gondomanan, Kraton, dan Gedongtengen dengan sasaran puluhan pedagang. Sedangkan di pasar lain, dilayani di puskesmas terdekat karena jumlah pedagang yang menjadi sampel tidak terlalu banyak.*

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar