Forpi Yogyakarta menilai NIK masih menjadi kendala PPDB

id PPDB,penerimaan peserta didik baru, NIK

Forpi Yogyakarta menilai NIK masih menjadi kendala PPDB

Warga datang ke kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP (HO-Forpi Kota Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta menilai pelaksanaan penerimaan peserta didik baru jenjang SMP di Kota Yogyakarta yang sepenuhnya dilakukan secara daring masih menyisakan berbagai kendala, khususnya permasalahan nomor induk kependudukan yang sulit terverifikasi.

“Dalam beberapa kali pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB), permasalahan nomor induk kependudukan (NIK) yang tidak bisa terverifikasi masih menjadi kendala, sehingga menyulitkan proses pendaftaran,” kata anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta Baharudin Kamba di Yogyakarta, Jumat.
 

Namun demikian, ia menyebut, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta semakin siap mengantisipasi permasalahan tersebut, yaitu bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk menyiagakan petugas guna mengatasi masalah tersebut

“Pada tahun ini, tim dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil langsung membantu masyarakat yang mengalami kendala dengan NIK, sehingga situasi pendaftaran lebih kondusif,” katanya.

Meskipun penerimaan peserta didik baru jenjang SMP di Kota Yogyakarta dilakukan secara online, masih banyak warga yang datang ke kantor Dinas Pendidikan untuk memperoleh informasi mengenai mekanisme penerimaan siswa baru.

“Masih banyak warga yang tidak memahami aturan verifikasi data. Pada tahun ini, penerimaan peserta didik baru menggunakan nilai rapor dan indeks sekolah karena tidak ada ujian nasional (UN) seperti tahun lalu,” katanya.

Selain itu, pada PPDB tahun ini, calon siswa baru diminta membuat akun yang akan diverifikasi untuk kemudian digunakan saat login sesuai jalur penerimaan peserta didik baru yang dipilih, misalnya jalur zonasi wilayah, jalur bibit unggul sekolah, jalur mutu, jalur afirmasi untuk keluarga miskin dan disabilitas, serta jalur prestasi untuk warga dari luar Kota Yogyakarta.

“Ada yang mengeluh mengapa akunnya belum juga diverifikasi padahal sudah diajukan beberapa hari yang lalu," katanya.

Akibat banyaknya warga yang datang ke kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, ia mengingatkan agar petugas tetap memperhatikan protokol pencegahan penularan virus corona, seperti jaga jarak dan mengenakan masker.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budi Asrori mengakui memang sempat terjadi kendala dalam proses verifikasi akun calon siswa baru karena sekolah kekurangan sumber daya manusia (SDM).

“Tetapi, masalah itu sudah bisa teratasi sehingga proses verifikasi akun bisa dilakukan lebih cepat,” katanya dan memastikan tidak ada masalah dalam server atau jaringan PPDB online untuk jenjang SMP.

Sedangkan untuk kelulusan siswa kelas 9 SMP, Budi mengatakan, seluruh sekolah menerapkan protokol kesehatan, yaitu tidak mengundang siswa datang ke sekolah tetapi menyampaikan pengumuman kelulusan dengan berbagai cara.

“Ada yang dilakukan secara online, ada juga yang mengundang orang tua siswa dengan jam undangan yang berbeda-beda supaya tidak ada kerumunan di sekolah. Yang pasti, semua siswa kelas 9 lulus,” katanya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar