Pelaku IKM/UKM Kulon Progo diminta pertahankan kualitas produk

id Kualitas produk,IKM,UKM,Kulon Progo,DPRD Kulon Progo,Ketua DPRD Kulon Progo

Pelaku IKM/UKM Kulon Progo diminta pertahankan kualitas produk

Ketua DPRD Kulon Progo meninjau rumah produksi Aneka Olahan Ikan Dwi 888 di Pengasih. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Akhid Nuryati meminta pelaku industri kecil menengah atau usaha kecil menengah di wilayah ini selalu memperhatikan dan mempertahankan kualitas dan rasa produk supaya dapat bersaing di pasaran.

Akhid Nuryati di Kulon Progo, Jumat, mengatakan kunci utama produk lokal dapat bersaing dalam pasaran bebas dan mampu bertahan di pasaran adalah kualitas produk, rasa yang sesuai selera pasar dan hieginitas produk.

"Produk lokal dari Kulon Progo sudah cukup bagus, seperti produk Aneka Olahan Ikan Dwi 888 untuk pengolahan ikan," katanya di sela-sela meninjau rumah produksi Aneka Olahan Ikan Dwi 888 di Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih.

Ia mengatakan produk Aneka Olahan Ikan Dwi 888 sudah teruji dengan pangsa pasar yang sangat luas, mulai toko berjejaring, pusat perbelanjaan di Kota Yogyakarta dan Sleman, pusat oleh-oleh yang tersebar di seluruh wilayah DIY, serta ikut kurasi di Bandara Internasional Yogyakarta. Meski terkena dampak COVID-19, imbasnya tidak terlalu besar.

"Kualitasnya terjaga, higienis, tempat produksinya bagus, dan IPAL juga bagus. Sehingga kami optimistis produk ini akan berkembang dan akan semakin laris di pasaran," katanya.

Ia berpesan supaya menjaga kualitas produk, higienis produk, menjaga layanan kepada semua pihak dengan baik, dan terus berionvasi baik jenis olahannya, dan kemudian mengambil tenaga lokal untuk dipekerjakan supaya usahanya semakin maju.

"Kami mengharapkan Dinas Koperasi dan UKM atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk selalu mendampingi pelaku UKM atau IKM untuk meningkatkan kualitas produk supaya dapat bersaing di pasaran," katanya.

Pemilik Aneka Olahan Ikan Dwi 888 Misron mengatakan dirinya telah memproduksi 20 jenis produk berbahan baku dasar ikan, mulai dari keripik rengginan hingga kerupuk udang. Setiap bulan, dirinya mengeluarkan produk baru supaya dapat bertahan dan bersaing di pasaran. Selain itu, konsumen tidak bosan dengan produk yang telah dijual dipasaran.

Ia mengaku menjual produknya mulai dari toko jejaring, toko swalayan dan pusat oleh-oleh. Pada masa pandemi COVID-19 ini, usahanya juga terkena dampak COVID-19. Namun demikian, ia mengaku permintaan aneka olahan ikan dari toko swalayan masih tinggi, sehingga usahanya bisa bertahan.

"Permintaan aneka olahan di pusat oleh-oleh turun drastis, tapi kami tertolong dari permintaan dari toko swalayan," kata Misron.
Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar