Dian Sastrowardoyo menggarap lagu "Serenata Jiwa Lara"

id Dian Sastrowardoyo,Serenata Jiwa Lara,Diskoria,dian sastro

Dian Sastrowardoyo menggarap lagu "Serenata Jiwa Lara"

Dian Sastrowardoyo di konferensi pers "Aruna dan Lidahnya", Jakarta, Kamis (31/5/2018) ANTARA/Nanien Yuniar/pri. (ANTARA/Nanien Yuniar)

Jakarta (ANTARA) - Dian Sastrowardoyo bercerita mengenai proses penggarapan lagu "Serenata Jiwa Lara" yang membawa kesan mendalam baginya.

Pasalnya, Dian Sastrowardoyo mengaku mendapat banyak tantangan baru dalam prosesnya. Mulai dari bernyanyi dengan alunan nada samba hingga berjoget di sepanjang pembuatan video musik.

"Di project ini gue rasanya kayak 'dikerjain' tahu enggak. Untung gue anaknya mau-an. Jadi gue tiba-tiba hadir di studio rekaman yang mana lagunya kayak baru dengerin satu dua kali dan itu belum gue hafalin," kata Dian Sastrowardoyo dalam wawancara di akun YouTube Suara Disko, dikutip Minggu.



"Gue dateng ke studio ternyata bagian belakangnya susah juga ya kayak ada sambanya. Ngeden-ngeden deh tuh gue di studio. Jadi benar-benar gue enggak nyangka banget sih," kenang Dian sambil tertawa.

Meski mengaku berat, Dian Sastrowardoyo tak mau menyerah. Dia tetap melakukan apa yang harus dikerjakan dalam pembuatan lagu "Serenata Jiwa Lara" tersebut.

"Gue coba aja. Namanya kita juga niat mau charity. Ya udah sebisanya aja," ujarnya.

Hal lain yang tak dilupakan Dian adalah saat pengerjaan video musik yang menuntutnya harus berjoget dengan gaya disko ala tahun 1980an.

"Terus terang gue enggak ada bayangan, gue enggak tahu konsep, enggak tahu apa. Pokoknya ini nanti ceritanya kayak video 80an kayak zaman dulu," terangnya.

Dengan sedikit kenekatan, Dian pun menyanggupi hal tersebut dan menyelesaikan proses pembuatan video musik "Serenata Jiwa Lara" yang dalam perjalanannya mendapatkan sambutan positif penikmat musik Indonesia.

"Kalau begini kan enggak mungkin enggak joget dong. Gue mau diem enggak asik, satu band joget semua. Belaga gila gue jadinya," imbuhnya.
 
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar