Sebanyak 81 unit kendaraan dinas Pemerintah Kota Yogyakarta akan dilelang

id lelang,kendaraan dinas,yogyakarta,tidak laik operasional

Sebanyak 81 unit kendaraan dinas Pemerintah Kota Yogyakarta akan dilelang

Ilustrasi pengecekan kondisi kendaraan dinas Pemkot Yogyakarta yang dilelang (HO-BPKAD Kota Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Yogyakarta mengajukan permohonan melakukan lelang sebanyak 81 unit kendaraan dinas yang dinilai tidak laik operasional lagi ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Yogyakarta.



“Lelang kendaraan dinas tetap akan dilakukan tahun ini. Baru diajukan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Yogyakarta untuk memperoleh jadwal pelaksanaannya,” kata Kepala Bidang Aset Daerah Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta Andhy Sasongko di Yogyakarta, Senin.



Sebanyak 81 unit kendaraan yang akan dilelang terdiri dari 29 unit kendaraan roda dua, tujuh unit kendaraan roda tiga, 35 unit kendaraan roda empat. Dan Pada tahun ini, juga akan dilelang sebanyak 29 unit “skrap” yang dilelang berdasarkan berat.



Kendaraan dinas yang dilelang adalah kendaraan yang sudah berusia lebih dari lima tahun karena kendaraan yang berusia tua justru membutuhkan biaya perawatan yang lebih besar sehingga tidak lagi efisien dari segi kebutuhan anggaran.



Lelang rencananya terbagi dalam lima paket dengan total nilai limit kendaraan ditetapkan Rp588 juta.



“Pada tahun ini, masih ada tambahan beberapa kendaraan dinas yang tahun lalu tidak laku dijual atau tidak diambil oleh pemenang lelang,” kata Andhy.



Kendaraan dinas yang kembali harus dilelang karena tidak laku adalah bekas mobil dinas Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto dengan merk Ssangyong Rexton 2004 yang pada tahun ini dilelang dengan nilai limit Rp61.677.000.



Nilai limit untuk bekas mobil dinas tersebut berkurang hampir 40 persen dibanding nilai limit yang ditetapkan pada lelang tahun lalu yaitu Rp97,603 juta.



Meskipun pelaksanaan lelang kendaraan dinas dilakukan dalam masa pandemi COVID-19 dan dibayangi penurunan pertumbuhan ekonomi, namun Andhy mengatakan tetap optimistis bisa memenuhi target nilai limit.



“Masih ada kegiatan bisnis yang berjalan sehingga kami tetap optimistis. Kami juga akan evaluasi berdasarkan hasil lelang kendaraan dinas yang dilakukan Kabupaten Bantul pada 23 Juni,” katanya.

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar