Wisata lereng Merapi ditata menuju fase normal baru

id Normal baru pariwisata,Kepuharjo Cangkringan,Lereng Merapi,The lost world,Kabupaten Sleman,Pariwisata Sleman

Wisata lereng Merapi ditata menuju fase normal baru

Objek wisata The Lost World Castel di Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman menyiapkan protokol kesehatan menuju era normal baru pariwisata. Foto Antara/HO

Sleman (ANTARA) - Masyarakat di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai berbenah melakukan penataan sejumlah destinasi wisata di kawasan lereng Gunung Merapi menuju tatanan baru pariwisata pada masa pandemi COVID-19.

"Sejak beberapa waktu lalu kami sudah melakukan penataan seluruh destinasi wisata di Kepuharjo sesuai dengan panduan protokol kesehatan pada masa pandemi COVID-19," kata tokoh masyarakat Desa Kepuharjo, Cangkringan Heri Suprapto di Sleman, Selasa.

Menurut dia, di Desa Kepuharjo sendiri terdapat lebih dari 10 destinasi wisata yang selama ini banyak dikunjungi masyarakat dan memberikan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

"Selama pandemi COVID-19 ini memang sangat berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat Kepuharjo yang saat ini banyak mengandalkan sektor pariwisata. Harapannya dengan penerapan protokol kesehatan ini, objek wisata dapat kembali dibuka," katanya.

Ia mengatakan langkah yang telah dilakukan untuk penerapan protokol kesehatan di antaranya dengan pemasangan tempat cuci tangan, mewajibkan pengunjung memakai masker, menyediakan hand sanitizer, dan pengecekan suhu tubuh pengunjung.

"Selain itu juga pengaturan alur dan jumlah pengunjung. Petugas bagian tiket menggunakan masker, sarung tangan, dan face shield, serta selalu dilakukan penyemprotan disinfektan," katanya.

Heri mengatakan destinasi wisata andalan di Desa Kepuharjo di antaranya Museum Sisa Hartaku, The Lost World, Bungker Kaliadem, Taman Bunga, Stone Hank, Batu Alien, Jip Wisata Lava Tour dan masih banyak destinasi lainnya.

"Sedangkan untuk sektor kuliner ada juga wisata Kopi Merapi Petung, Kebun Sayur, Susu Sapi, dan lainnya," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar