Kota Yogyakarta akan gelar "rapid test" acak untuk masyarakat

id rapid test acak, masyarakat,yogyakarta

Kota Yogyakarta akan gelar "rapid test" acak untuk masyarakat

Ilustrasi pelaksanan rapid test acak di salah satu puskesmas di Kota Yogyakarta (Eka AR)

Rencananya, kegiatan akan dilakukan pada Rabu (17/6) di Puskesmas. Kami sudah koordinasi dengan 45 kelurahan di Kota Yogyakarta.

Yogyakarta (ANTARA) - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta akan melakukan rapid test acak ke masyarakat di seluruh wilayah Kota Yogyakarta setelah melakukan rapid test acak untuk pedagang di pasar dan karyawan di mal dalam dua pekan terakhir, .

“Rencananya, kegiatan akan dilakukan pada Rabu (17/6) di Puskesmas. Kami sudah koordinasi dengan 45 kelurahan di Kota Yogyakarta,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, rapid test acak tersebut tetap dilakukan dengan metode sampel. Total sampel dari masyarakat ditetapkan sebanyak 557 orang yang tersebar di seluruh kelurahan.

Baca juga: Transaksi belanja online pasar tradisional di Yogyakarta naik 30 persen

Heroe menegaskan, rapid test acak yang terus dilakukan secara luas tersebut ditujukan untuk melihat seberapa luas sebaran kasus COVID-19 di Kota Yogyakarta.

“Jika dilihat pada kasus terkonfirmasi positif yang terjadi akhir-akhir ini, maka sebagian besar terkait dengan kontak dari luar Kota Yogyakarta,” kata Heroe yang menyebut hingga Selasa (16/6) total pasien kasus positif COVID-19 yang masih menjalani perawatan sebanyak delapan orang dan 12 pasien dalam pengawasan.

Oleh karena itu, lanjut Heroe yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut, perlu juga diketahui perkembangan kasus di masyarakat sehingga dilakukan rapid test dengan berbagai sasaran.

Baca juga: Pelaku wisata Yogyakarta menginginkan pelatihan protokol kesehatan

Hingga saat ini, sudah dilakukan rapid test acak di 10 pasar tradisional dengan 161 sampel dan hasilnya tiga pedagang reaktif. Pedagang kemudian menjalani uji swab dengan hasil satu negatif, satu pedagang masih menunggu hasil uji swab dan satu pedagang lainnya merupakan warga Magelang Jawa Tengah.

Sedangkan di enam mal dengan 474 sampel diketahui empat reaktif, yaitu dua orang warga Kota Yogyakarta dan dua orang warga Kabupaten Sleman. Saat ini sedang menunggu hasil uji swab.

“Kami akan lanjutkan di kafe dan restoran serta supermarket kecil. Tetapi, belum diputuskan waktu pelaksanaannya,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Yogyakarta sudah mengajukan kebutuhan “cartridge” untuk melakukan uji swab di RS Jogja.

“RS Jogja sebenarnya punya kemampuan untuk melakukan PCR, tetapi ‘cartridge’ yang ada untuk menguji TB. Makanya, kami mintakan ke pusat sehingga bisa mempercepat proses uji swab,” katanya.

Baca juga: Wisata lereng Merapi ditata menuju fase normal baru

Selain itu, Heroe menambahkan sudah mengajukan kebutuhan mobil PCR ke BNPB tetapi sampai sekarang belum memperoleh jawaban.

“Jika disetujui, maka kemampuan uji swab akan semakin cepat. Yang dibutuhkan sekarang adalah kecepatan untuk uji swab yang biasanya membutuhkan waktu tiga sampai empat hari,” katanya.

Jika mobil tes PCR tersebut disetujui, lanjut Heroe, alih-alih menggelar banyak rapid test acak maka bisa langsung dilakukan proses uji swab untuk mengetahui sebaran kasus COVID-19 di masyarakat.

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar