UMKM Sleman didorong taati tatanan baru dalam produksi dan pemasaran

id UMKM Sleman,Dinkop UKM sleman,Kabupaten Sleman,Sleman,Normal baru,COVID-19,Virus Corona

UMKM Sleman didorong taati tatanan baru dalam produksi dan pemasaran

Pengunjung mengamati pembuatan kain tenun saat acara Sleman Gumyak 2020 di Wisdom Park UGM, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (7/3/2020). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.

Sleman (ANTARA) - Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengubah pola produksi dan pemasaran sesuai tatanan baru masa pandemi COVID-19.

"Kami mendorong para pelaku UMKM di era normal baru mampu mengubah mindset dan perilaku, baik dalam proses produksi, dalam pemasaran dan lain sebagainya," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Sleman Pustopo di Sleman, Selasa.

Menurut dia, pandemi COVID-19 membawa dampak bagi usaha UMKM di Kabupaten Sleman yang jumlahnya mencapai ribuan pelaku usaha.

"Pada era normal baru ini, hampir semua layanan beralih ke layanan digital. Meskipun bukan perkara mudah, namun kami akan terus memantau dan memberikan pendampingan secara daring, agar para pelaku UMKM dapat segera bangkit," katanya.

Ia mengatakan salah satu upaya dinas untuk membantu UMKM, yakni dalam pemasaran dengan memanfaatkan "Sleman Mart" dengan beragam jenis produk.

"Layanan dengan sistem daring ini menguntungkan karena barang yang yang dipesan akan diantarkan sampai ke rumah. Jadi, inovasi layanan seperti ini akan membantu pelaku UMKM untuk tetap melayani pelanggan atau masyarakat dengan aman dan nyaman," katanya.

Salah satu pelaku UMKM, Halida yang mengembangkan usaha Restoran Ayam Bakar Arto Moro mengakui selama masa pandemi COVID-19 restoran tetap melayani warga.

"Namun, kami hanya melayani permintaan layanan pesan antar, selama masa pandemi layanan ini lebih banyak dibandingkan pelanggan yang makan di tempat," katanya.

Ia mengatakan, untuk tetap bertahan selama pandemi COVID-19, pelaku usaha apapun harus tetap melakukan inovasi layanan. Salah satunya dengan gratis ongkos kirim (free delivery) agar usaha tetap berjalan.

"Kami sudah lama menerapkan layanan gratis ongkos kirim. Saat yang lain tutup karena terdampak COVID-19, kami tetap melayani pengiriman pesanan ke rumah," katanya.

Halida mengatakan pada normal baru saat ini, banyak masyarakat yang mulai berani mengunjungi warung.

"Kami juga sudah menerapkan protokol kesehatan. Selain yang datang tetap wajib menggunakan masker, setiap tamu yang datang diperiksa suhunya. Kasir juga menggunakan face shield. Dulu meja dibersihkan dengan sabun, saat ini dengan disinfektan," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar