Arifan Drepan: Semua orang bisa menjadi influencer

id influencer

Arifan Drepan: Semua orang bisa menjadi influencer

Arifan Drepan (HO-Dok. pribadi)

Yogyakarta (ANTARA) - Influencer Yogyakarta Arifan Drepan mengatakan semua orang bisa menjadi influencer asalkan mempunyai daya tarik dan keunikan serta mampu menginfluence follower-nya.

"Modal untuk menjadi influencer ada dua jenis, yakni yang tidak disengaja karena viral dan yang disengaja dengan membangun konten dan branding," kata influencer yang mempunyai 30.000 followers di instagram, di Yogyakarta, Rabu.

Arifan menjadi influencer berawal dari kegemarannya bermain di media sosial instagram, kemudian menjadi keterusan dan ada tawaran iklan dari beberapa brand nasional.

Selain itu, videonya di aplikasi Tik Tok sempat dilihat oleh ribuan orang. "Banyak yang mengomentari video saya yang konyol, namun hampir semua komentar tersebut isinya hujatan," katanya sambil tertawa.

Namun, dia tidak ambil pusing dengan hujatan tersebut justru baginya hal itu menunjukkan banyak yang peduli. Arifan tidak menyangka karena videonya itu dia diundang untuk hadir dalam cara di salah satu televisi nasional.

Ia mengakui, mengawali profesi sebagai influencer tidak semudah yang dibayangkan. Arifan sempat menjadi Master of Ceremony (MC) yang hanya dibayar dengan voucher, bahkan pernah pula dibayar dengan jilbab.

Arifan mulai mengenal dunia entertainment dan menjadi influencer di Yogyakarta. Awalnya followersnya sedikit, kemudian meningkat menjadi 10.000 dan sekarang mencapai 30 ribu followers.

"Pada 2016 banyak tawaran iklan dan diundang di berbagai event termasuk fashion show.  Pada saat booming selebgram, saya sempat diundang ke sebuah acara Influencer Network Experience di Singapura," kata Arifan.

Pada masa pandemi COVID-19 ini Arifan juga terkena dampaknya, mulai dari banyaknya kontrak kerja sama dengan brand nasional yang dibatalkan hingga sepi job.

"Saya sempat berjualan face shield dan mulai merambah bisnis baru dengan mengenalkan brand kosmetik lokal," kata pria kelahiran Rejang Lebong, Bengkulu ini.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar