Pemkab Sleman terus benahi infrastruktur pasar tradisional

id Pasar tradisional Sleman,Bupati Sleman,Kabupaten Sleman,Pedagang pasar tradisional,Pasar rakyat

Pemkab Sleman terus benahi infrastruktur pasar tradisional

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih memberikan edukasi kepada pedagang di pasar tradisional untuk selalu menggunakan masker dan menjaga jarak selama pandemi COVID-19. Foto Antara/ HO-Humas Pemkab Sleman

Pemerintah Kabupaten Sleman perlu menyusun strategi agar pasar rakyat menjadi tempat transaksi yang layak, tanpa harus menghilangkan ciri khas pasar rakyat.
Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus berupaya membenahi infrastruktur dan sumber daya manusia di sejumlah pasar tradisional agar dapat menjadi tempat transaksi yang layak tanpa menghilangkan ciri khas pasar rakyat.

"Pemerintah Kabupaten Sleman perlu menyusun strategi agar pasar rakyat menjadi tempat transaksi yang layak, tanpa harus menghilangkan ciri khas pasar rakyat," kata Bupati Sleman Sri Purnomo di Sleman, Jumat.

Menurut dia, beberapa pembenahan yang dilakukan meliputi kebersihan, lantai yang kering dan tidak becek, penataan barang dagangan, lorong yang leluasa untuk orang lalu lalang, pengaturan ventilasi dan pencahayaan yang sehat.

"Selain itu sistem keamanan di pasar yang terjamin, jalur evakuasi, pengelolaan sampah yang baik, tempat untuk beristirahat yang bersih dan lain sebagainya," katanya.

Baca juga: PSS Sleman butuh waktu enam pekan untuk siapkan tim sambut Liga 1

Ia mengatakan keberadaan pasar tradisional atau pasar rakyat tidak mungkin ditiadakan karena masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

"Hilangnya pasar rakyat akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi suatu daerah terkait dengan bertambahnya pengangguran, menurunnya daya beli akibat tingkat pendapatan per kapita yang semakin kecil, melemahnya sektor perdagangan informal, terhambatnya arus distribusi bahan pokok, dan lain sebagainya," katanya.

Ia mengatakan di Kabupaten Sleman terdapat 42 pasar dan resto yang dikelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman. Berdasarkan komoditas yang diperjualbelikan, pasar di Sleman dibedakan menjadi pasar umum, pasar produk pertanian dan pasar hewan.

"Mayoritas pasar yang ada adalah pasar umum dengan komoditas yang dijual adalah kebutuhan sehari-hari," katanya.

Baca juga: Dishub Sleman lakukan simulasi SOP pengujian kendaraan bermotor

Ia mengatakan seiring dengan dinamika dan perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat, pada saat ini pengembangan sejumlah pasar rakyat juga dilakukan melalui digitalisasi dan daring (online).

"Masyarakat dapat memesan barang kepada pedagang di beberapa pasar secara daring, baik melalui Whats App (WA), maupun aplikasi Go-Shop (Gojek) dan Grab Asistant (Grab). Untuk pembayarannyapun juga dapat dilakukan secara nontunai (E-Money)," katanya.
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar