KPU Gunung Kidul menemukan ribuan data ganda dukungan calon perseorangan

id data ganda,dukungan perseorangan,KPU Gunung Kidul,Gunung Kidul,Pilkada Serentak 2020

KPU Gunung Kidul menemukan ribuan data ganda dukungan calon perseorangan

Ilustrasi - Sejumlah warga melihat papan pengumuman Daftar Pemilih Tetap (DPT). ANTARA/Ogen/am.

Gunung Kidul (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menemukan 9.182 data ganda dukungan untuk dua bakal calon pasangan perseorangan peserta Pemilihan Kepala Daerah 2020 dari hasil verifikasi faktual di lapangan.

Ketua KPU Gunung Kidul Ahmadi Ruslan Hani di Gunung Kidul, Senin mengatakan pihaknya menerjunkan Panitia Pemilihan Suara (PPS) dan petugas peneliti di tingkat desa untuk melakukan verifikasi faktual dokumen dukungan pasangan calon perseorangan.

"Hasilnya, ditemukan 9182 dukungan ganda untuk dua calon perseorangan. Dukungan ganda untuk pasangan Anton Supriyadi-Suparno dan Kelick Agung Nugroho-Yayuk Kristiyawati. Satu orang memberikan dukungan ke lebih dari satu bakal pasangan calon perseorangan," kata Ahmadi Ruslan Hani.

Ia mengatakan dalam satu pasangan bakal calon ini terdapat Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama orang lebih dari satu tapi pada saat diteliti lagi ternyata NIK itu milik satu orang saja.

Langkah selanjutnya, KPU akan melakukan verifikasi ulang untuk memastikan satu orang mendukung siapa. Tujuan verifikasi faktual demi memastikan apakah warga memberikan dukungan atau tidak.

“Kalau tidak mendukung harus membuat surat pernyataan, baru bisa dinyatakan dukungan tidak memenuhi syarat. Tapi, jika tidak mau membuat surat pernyataan, maka tetap dinyatakan memenuhi syarat,” katanya.

Ruslam Hani mengingatkan kepada bakal calon pasangan perseorangan agar persiapan data pendukung cadangan. Bila berkas dukungan belum memenuhi persyaratan sebanyak 45.443 pendukung setelah dilakukan verifikasi faktual, maka ada konsekuensi.

"Kami kira masing-masing bakal calon sudah memahami konsekuensinya. Kami hanya menjalankan amanat dalam undang-undang," katanya.

Sementara itu, Pjs Ketua Bawaslu Kabupaten Gunung Kidu Tri Asmiyanto ketika dikonfirmasi mengaku sedang melakukan kajian terhadap dukungan ganda. Selain itu, pihaknya mendengar informasi warga yang mengaku tidak pernah menyetorkan syarat dukungan kepada pasangan bakal calon perseorangan.

"Saat ini masih proses berlangsung verifikasi faktual. Nanti kami uraikan, dikaji oleh tim secara hukum, secara sosial dan secara administratif, karena kita tidak boleh buruk sangka dulu,” kata Tri Asmiyanto.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar