Calon Deputi Gubernur BI ingin genjot pengembangan UMKM digital

id bank indonesia,deputi gubernur bi,fit and proper test,komis XI dpr,stabilitas ekonomi

Calon Deputi Gubernur BI ingin genjot pengembangan UMKM digital

Tangkapan layar Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman ketika memaparkan visinya di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Selasa (7/7/2020). (ANTARA/Dewa Wiguna)

Jakarta (ANTARA) - Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman ingin menggenjot pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berbasis digital karena dinilai memperkuat stabilitas ekonomi.

“Jadi usaha mikro kecil inilah merupakan fondasi menjaga stabilitas makro ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkualitas,” katanya dalam pemaparan uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, UMKM digital merupakan media penguat transisi kebijakan bank sentral karena sektor usaha ini menjadi tulang punggung perekonomian.

Adapun fokus yang akan dilakukan adalah kepada sektor usaha mikro kecil atau UMK, karena sektor ini menyerap 75 persen tenaga kerja di UMKM dan berkontribusi 44 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sektor prioritas yang disasar adalah pertanian karena berkaitan dengan inflasi dan juga manufaktur serta pariwisata dengan mengembangkan usaha komunitas.

“Caranya dengan membuat pengembangan UMKM digital berbasis komunitas yang paling utama sektor pertanian karena ini kaitannya dengan inflasi,” katanya.

Pengembangan UMKM berbasis digital itu mengoptimalkan peran komunitas lokal dengan memanfaatkan teknologi sekaligus mendekatkan dengan akses pasar dan pembiayaan.

Digitalisasi itu, kata dia, dilakukan untuk merespons tantangan perubahan saat ini sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang harus disesuaikan setelah adanya pandemi COVID-19.

UMKM menjadi satu dari tiga strategi utama yang dipaparkan Aida untuk memperkuat stabilitas serta mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi.

Strategi lainnya adalah mengoptimalkan bauran kebijakan yakni moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.

Kemudian kebijakan pendukung yakni pendalaman pasar keuangan dan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui rantai nilai halal.

Aida menjadi kandidat kedua yang menjalani uji kepatutan dan kelayakan untuk menduduki posisi sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia setelah sebelumnya Juda Agung pada kesempatan pertama.

Satu kandidat selanjutnya menunggu giliran yakni Doni P Joewono dengan jadwal uji kepatutan dan kelayakan di Komisi XI DPR RI berlangsung 7-8 Juli 2020.

 

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar