PT TWC selenggarakan sosialisasi P4GN bagi siswa SMA secara daring

id PT TWC sosialisasi P4GN,PT Taman Wisata Candi,BNNP DIY,Sosialisasi Anti narkoba,Dir Resnarkoba Polda DIY

PT TWC selenggarakan sosialisasi P4GN bagi siswa SMA secara daring

Direktur Utama PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Edy Setijono saat sosialisasi P4GN bagi siswa SMA/SMK di DIY-Jateng secara daring, Rabu (8/7/2020). (ANTARA/HO-PT TWC)

Sleman (ANTARA) - PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyosialisasikan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara daring kepada siswa SMA, Rabu.

Sosialisasi yang berlangsung di kantor pusat PT TWC itu, dengan narasumber Kepala BNNP DIY Brigjen I Wayan Sugiri, Direktur Reserse Narkoba (Dir Resnarkoba) Polda DIY Kombes Ary Satriyan, dan konselor Adiksi BNNP DIY Boni Yogi Rusdi.

Sosialisasi secara daring diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari empat SMA/SMK di DIY dan Jawa Tengah, seperti SMK Muhammadiyah Prambanan, SMKN 1 Kalasan, SMAN 1 Banguntapan, SMA Muhammadiyah Borobudur, Magelang, Jawa Tengah serta Satuan Tugas Anti Narkoba SMA/SMK DIY (STAND).

"Sosialisasi ini merupakan salah satu agenda dari program Bina Lingkungan TWC untuk turut serta mendukung Rencana Aksi Nasional (RAN) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) Tahun 2020-2024," kata Direktur Utama PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Edy Setijono.

Dia menjelaskan bahwa hal itu seperti tertuang dalam lampiran Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 28 Februari 2020.

"Kami menyambut baik sinergi PT TWC dengan BNNP DIY dalam mendukung program pencegahan penyalahgunaan narkoba," katanya.

Ia mengatakan dukungan yang diberikan PT TWC semata-mata untuk menyelamatkan masyarakat dan generasi muda Indonesia dari bahaya narkoba.

"Kami tentu mendukung upaya-upaya BNNP DIY mencegah dan memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkoba. Dukungan ini juga merupakan wujud BUMN Untuk Indonesia," katanya.

Edy mengatakan Kementerian BUMN menginstruksikan seluruh BUMN agar dalam pelaksanaan "community development", Program P4GN BNN tidak hanya dilakukan sekali, namun berkesinambungan agar para siswa mengetahui bahaya narkoba sehingga menghindarinya.

Selain itu, katanya, para ekspengguna dapat meningkatkan kualitas dirinya dengan diberikan pelatihan, seperti pendidikan vokasi atau yang lainnya, sehingga turut menyukseskan RAN P4GN untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan aksi P4GN 2020-20204.

"Mari kita kawal serta terlibat langsung dalam upaya pemberantasan narkoba, terutama di kalangan anak muda Indonesia. Mereka adalah masa depan bangsa. Sudah menjadi kewajiban bersama untuk turut melindungi dan membina mereka ke arah yang lebih baik," katanya.

Kepala BNNP DIY Brigjen I Wayan Sugiri mengatakan dengan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya Kementerian BUMN, maka program pencegahan, pemberantasan narkoba akan lebih optimal.

Ia mengatakan berdasarkan inpres tersebut, pelaksanaan RAN P4GN wajib mengikutsertakan peran masyarakat dan pelaku usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Pencegahan narkoba bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab BNN, tetapi juga semua elemen bangsa, termasuk juga perusahaan BUMN di berbagai daerah. Dengan adanya dukungan dari pihak BUMN, pihaknya optimistis program pencegahan narkoba akan lebih optimal lagi," katanya.

Direktur Resnarkoba Polda DIY AKBP Ary Satriyan mengatakan pada awal 2020, Polda DIY telah berhasil mengungkap 15 kasus dengan 15 tersangka penyalahgunaan narkoba.

Ia juga meminta peran aktif masyarakat umum untuk mendukung pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba, karena tidak hanya membahayakan tetapi juga menghancurkan masa depan bangsa.
 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar