Bantul fasilitasi lelang bawang merah menjaga stabilitas harga panen

id Bawang merah

Bantul fasilitasi lelang bawang merah menjaga stabilitas harga panen

Bawang merah semi organik hasil panen petani di Nawungan, Desa Selopamioro Imogiri, Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memfasilitasi penjualan bersama dengan sistem lelang terhadap bawang merah semi organik hasil panen petani sebagai upaya menjaga stabilitas harga komoditas hortikultura tersebut di tingkat petani saat panen raya.

"Bawang merah yang dijual adalah jenis Bima Brebes dengan rencana kurang lebih satu ton, akan tetapi karena peminat lelang bertambah maka menjadi di atas lima ton," kata Kepala Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Yus Warseno saat dikonfirmasi usai lelang bawang merah, Jumat.

Menurut dia, lelang bawang merah yang dilaksanakan di Bulak Nawungan Selopamioro Imogiri sebagai sentra tanaman bawang merah semi organik di Bantul itu diikuti para pedagang besar, tengkulak bawang merah atau pelaku usaha perdagangan dari Bantul dan luar daerah.

"Ada beberapa pedagang dari Brebes dan daerah lain dari Jawa Tengah, dan dari intern Bantul, namun tadi yang beli dari Kretek Bantul dengan harga tertinggi Rp24 ribu di lapangan, jadi total sekitar 5 ton yang dilelang, dan harga tertinggi Rp24 ribu per kilogram," katanya.



Dia mengatakan lokasi lelang di Nawungan karena pemkab sudah melakukan inisiasi panen raya, dan Nawungan sebagai sentra bawang semi organik yang punya nilai jual tinggi dan disukai para pedagang besar dari Jawa Timur dan Jawa Tengah termasuk dari Bantul.

"Intinya pemda menginisiasi promosi bawang merah, jadi pemerintah hadir dalam 'sentuhan' lelang, tapi kalau pembinaan dari BPP Imogiri secara teknologi pertanian. Jadi kami dari lelang saja, kan belum pernah ada lelang bawang merah di situ," katanya.



Dia juga mengatakan lelang bawang merah dengan sistem tertutup di Nawungan Bantul baru pertama kali dilaksanakan, dengan harapan selain menjaga stabilitas harga komoditas panen, juga bertujuan membuat pola sistem pemasaran yang lebih baik dari sebelumnya.

"Baru pertama kali dilaksanakan lelang, untuk membuat pola sistem pemasaran yang baik, tidak sistem 'gambling', karena selama ini sistem 'gambling'. Jadi bisa mengkondisikan sistem pemasaran yang bagus pada bawang merah, karena ada istilah 'ada harga ada kualitas'," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar