Yogyakarta memberdayakan perempuan disabilitas melalui ketahanan pangan

id budi daya,sayur,perempuan disabilitas,pemberdayaan

Yogyakarta memberdayakan perempuan disabilitas melalui ketahanan pangan

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi memanen sayur hasil budi daya perempuan disabilitas di Kecamatan Danurejan sebagai bagian dari program pemberdayaan di bidang ketahanan pangan, Jumat (10/7) (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta bekerjasama dengan salah satu yayasan yang bergerak di bidang kesehatan, Yakkum, memberikan pelatihan budi daya sayur kepada perempuan disabilitas sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui program ketahanan pangan.



“Perempuan disabilitas adalah warga yang rentan sehingga perlu diberikan bantuan agar mereka berdaya dan mampu memenuhi kebutuhan dasarnya. Salah satunya dengan pelatihan budi daya sayur,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Agus Sudrajat di sela peluncuran program ketahanan pangan untuk perempuan disabilitas di Yogyakarta, Jumat.



Salah satu contohnya adalah di Kecamatan Danurejan. Kelompok perempuan disabilitas mampu membudidayakan sejumlah sayuran seperti sawi hijau, sawi putih, tomat hingga tauge.



Dalam program tersebut, Dinas Sosial Kota Yogyakarta juga mengajak masyarakat pengelola “e-warong” untuk bisa menampung hasil budi daya sayur dari perempuan disabilitas.



“Yang dibutuhkan adalah sinergi sehingga hasil budi daya sayur tersebut bisa dipasarkan melalui e-warong,” katanya.



Program ketahanan pangan tersebut tidak hanya akan berhenti pada budi daya sayur mayur saja tetapi juga akan dikembangkan di sektor lain.



“Misalnya pembuatan telur asin. Di beberapa e-warong, bahkan sudah menjual hasil budi daya lele cendol. Produk lele cendol dari warga bisa dijual melalui e-warong. Saya kira, program seperti ini sangat baik karena bisa saling mendukung untuk penguatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.



Agus berharap, program pemberdayaan perempuan disabilitas termasuk di dalamnya orang dengan gangguan jiwa dan lansia tersebut bisa dikembangkan di seluruh kelurahan di Kota Yogyakarta.



Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, program pemberdayaan untuk perempuan disabilitas tersebut merupakan bagian dari penyelesaian persoalan sosial yang semakin berat di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini.



“Di Yogyakarta, jumlah penyandang disabilitas cukup banyak. Sekitar 2.000 orang. Mereka pun membutuhkan perhatian dan pemberdayaan supaya mandiri dan sejahtera,” katanya.



Melalui pelatihan budi daya sayur tersebut, Heroe berharap, masyarakat khususnya penyandang disabilitas mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri bahkan bisa memproduksi bahan pangan untuk kemudian dijual dan hasilnya bisa menjadi tambahan pendapatan untuk keluarga.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar