Pasien dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Bantul bertambah menjadi 78 orang

id RS COVID-19 Bantul

Pasien dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Bantul bertambah menjadi 78 orang

Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bantul merawat pasien positif corona hingga sembuh. (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pasien yang dinyatakan sembuh dari infeksi COVID-19 di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam 24 jam terakhir bertambah sembilan orang sehingga total angka kesembuhan dari virus corona baru tersebut hingga Selasa menjadi 78 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa di Bantul, Selasa, mengatakan sembilan pasien sembuh itu berasal dari Kecamatan Srandakan tiga orang, sedangkan Sedayu, Kasihan, Banguntapan, Piyungan, Imogiri, dan Bambanglipuro masing-masing satu orang.

"(Pasien, red.) sembuh adalah perempuan berusia 34 tahun domisili Sedayu (dirawat di) RSUP Sardjito, perempuan 70 tahun domisili Srandakan (dirawat di RSLKC (Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19)," katanya dalam keterangan tertulis.

Selain itu, perempuan berusia 64 tahun, domisili Imogiri yang dirawat di RS PKU Kota Yogyakarta, laki-laki berusia 45 tahun domisili Srandakan yang dirawat di RSLKC, dan laki-laki berusia 49 tahun, domisili Srandakan dirawat di RSLKC.

Seorang laki-laki berusia 17 tahun yang berdomisili di Bambanglipuro dirawat di RSLKC, laki-laki berusia 51 tahun domisili Piyungan dan dirawat di RSLKC, perempuan 26 tahun domisili Banguntapan di RSLKC, dan perempuan 31 tahun dari Kasihan di RSLKC.

Selain menginformasikan sembilan pasien sembuh, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul juga melaporkan penambahan kasus positif lima orang, berasal dari Kecamatan Bambanglipuro, Kasihan, dan Pandak masing-masing satu orang, serta Kecamatan Sanden dua orang.

Sebanyak lima pasien itu adalah laki-laki berusia 36 tahun domisili Bambanglipuro dengan riwayat perjalanan dari luar daerah dan perempuan berusia 36 tahun domisili Kasihan dengan riwayat kontak kasus positif meninggal dunia, serta laki-laki berusia 39 tahun asal Pandak dengan riwayat kontak kasus positif di Srandakan Bantul.

"Kemudian laki-laki berusia 59 tahun, Sanden, riwayat kontak kasus pasar, dan laki-laki berusia 51 tahun, (domisili, red.) Sanden dengan riwayat kontak kasus pasar," kata pria yang akrab disapa Dokter Oky yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul itu.

Total kasus positif COVID-19 di Bantul secara akumulasi hingga 14 Juli 2020 sebanyak 109 orang, dengan tingkat kesembuhan 78 orang, sedangkan pasien meninggal tiga orang, sehingga pasien positif yang masih menjalani rawat inap saat ini berjumlah 28 orang.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar