Pendaftaran pemotongan kurban di RPH Giwangan melalui Baznas Yogyakarta

id hewan kurban,RPH Giwangan,pendaftaran,baznas Kota Yogyakarta

Pendaftaran pemotongan kurban di RPH Giwangan melalui Baznas Yogyakarta

Hewan kurban (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Panitia penyembelihan hewan kurban maupun masyarakat yang ingin melakukan pemotongan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan Giwangan Yogyakarta dapat melakukan pendaftaran melalui Badan Amil Zakat Nasional Kota Yogyakarta.



“Sampai saat ini, sudah ada sekitar 140 ekor sapi dan 25 ekor kambing yang masuk dalam daftar hewan kurban yang akan dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan Yogyakarta,” kata Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta Misbachruddin di Yogyakarta, Kamis.



Menurut dia, Baznas Kota Yogyakarta memberikan kuota untuk sapi dan kambing yang bisa dipotong di RPH Giwangan karena waktu pemotongan yang terbatas dan kapasitas RPH yang juga terbatas, yaitu 205 ekor sapi dan 250 ekor kambing.



Sampai saat ini, lanjut Misbachruddin, jadwal pemotongan untuk sapi tersisa pada hari tasyrik terakhir, yaitu Senin, 3 Agustus, sedangkan untuk jadwal pemotongan pada hari H Idul Adha dan hari tasyrik pertama dan kedua atau 1-2 Agustus sudah penuh untuk sapi.



Masyarakat atau panitia hewan kurban dari masjid bisa mendaftarkan jumlah sapi dan kambing yang akan dipotong di RPH Giwangan atau menyerahkan sejumlah uang untuk dibelikan sapi dan kambing melalui Baznas Kota Yogyakarta untuk kemudian dipotong di RPH Giwangan. Harga satu ekor sapi atau lembu adalah Rp21 juta, sedangkan untuk satu ekor kambing Rp2,5 juta.



“Bagi masyarakat atau panitia yang mendaftarkan hewan kurban secara langsung akan dikenai biaya untuk jagal yaitu Rp500.000 untuk satu ekor sapi dan Rp100.000 untuk satu ekor kambing,” katanya.



Panitia hewan kurban akan memperoleh enam karkas sapi serta jeroan yang sudah dibersihkan, serta untuk kambing sudah dipisahkan daging dan tulang serta jeroan yang sudah dibersihkan.



“Daging bisa dikirim ke panitia hewan kurban atau diambil di RPH Giwangan,” katanya.



Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto mengatakan pihaknya menyiapkan tujuh tim untuk penyembelihan, pengulitan hingga pemotongan hewan kurban menjadi karkas di RPH Giwangan. Tim berasal dari mitra RPH Giwangan.



“Ada delapan katrol untuk penyembelihan sapi di RPH Giwangan, tetapi yang akan kami manfaatkan hanya enam katrol. Ini ditujukan agar protokol jaga jarak bisa dipenuhi,” katanya.



Selain itu, satu sapi hanya akan dipotong oleh dua orang dari biasanya tiga hingga empat orang, sedangkan untuk kambing ditangani satu orang.



Pada hari H Idul Adha, penyembelihan akan dilakukan mulai pukul 07.00 WIB, sedangkan pada tiga hari selanjutnya bisa dilakukan sejak dinihari. “Biasanya, banyak masyarakat atau panitia yang meminta agar daging sudah bisa diantar saat subuh,” katanya.



Ia pun memastikan, tidak akan mengizinkan panitia hewan kurban untuk datang ke RPH Giwangan dan melakukan pembagian daging hewan kurban menjadi bagian yang lebih kecil untuk dibagikan ke masyarakat.



“Panitia bisa melakukan pembagian daging kurban di lokasi masjid atau tempat tinggal mereka masing-masing. Kami tidak akan memberikan izin untuk membagi langsung di RPH Giwangan karena rentan terjadi kerumunan,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar