Protes Renault soal legalitas "pink Mercedes" terkait masa depan F1

id formula1,formula one,racing point,renault

Protes Renault soal legalitas "pink Mercedes" terkait masa depan F1

Pebalap tim Racing Point Sergio Perez menjalani sesi latihan bebas Grand Prix Hungaria di Sirkuit Hungaroring, Budapest, Jumat (17/7/2020) REUTERS/Leonhard Foeger/Pool

Jakarta (ANTARA) - Protes resmi yang diajukan tim Renault menyangkut kelegalan mobil Racing Point tahun ini salah satunya terkait dengan bagaimana balapan Formula 1 di mana depan.

Tim pabrikan asal Prancis itu mempertanyakan aspek kelegalan mobil RP20 yang memiliki desain mirip dengan mobil tim Mercedes yang merebut gelar juara pada 2019 hingga mendapatkan julukan "pink Mercedes". Protes pun diajukan setelah Grand Prix Styria akhir pekan lalu.

"Saya rasa penting untuk mengklarifikasi... apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak untuk musim ini," kata Executive Director Renault Marcin Budkowski seperti dikutip Reuters, Jumat.

"Tapi juga apa yang Formula 1 inginkan di masa depan. Model apa yang kita inginkan?

"Apakah boleh memiliki suku cadang atau geometri dari tim lain dan menggunakannya di mobil Anda atau tidak- karena kami pikir itu bukan model yang tepat untuk F1 di masa depan. Ini di luar protes, di luar balapan ini."




Racing Point, yang menggunakan mesin dan girboks dari Mercedes, tidak membantah jika mereka meniru 'filosofi' mobil Mercedes tahun lalu, namun bersikeras jika mereka tetap mematuhi regulasi yang menyebutkan tim harus mendesain sendiri sejumlah bagian yang terdaftar.

Steward balapan telah menyita saluran udara rem di mobil Racing Point tahun ini dan membandingkannya dengan milik Mercedes 2019.

Investigasi sepertinya bisa berlangsung beberapa pekan, namun kepala tim Racing Point Otmar Szafnauer yakin jika mereka benar.

"Ada beberapa bagian yang kamera tidak bisa lihat, khususnya permukaan dalam dari 'brake duct', sebagai contohnya, yang sepenuhnya kami desain dan kembangkan sendiri," kata Szafnauer.

Kepala tim McLaren Andreas Seidl berpendapat serupa dengan Renault dan khawatir jika F1 nantinya menjadi "kejuaraan (mobil) tiruan" dengan diikuti hanya dua atau tiga konstruktor ketimbang 10 tim independen.

Christian Horner dari tim Red Bull, yang juga memiliki tim junior AlphaTauri, mengatakan jika hasil dari protes Renault itu akan mendikte strategi untuk tim-tim yang berbeda tahun depan.



 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar