RPH Giwangan Yogyakarta maksimal memotong 225 sapi kurban

id RPH Giwangan,hewan kurban,penyembelihan,RPH Giwangan Yogyakarta,RPH Giwangan maksimal potong 225 sapi

RPH Giwangan Yogyakarta maksimal memotong 225 sapi kurban

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY Tri Saktiyana saat meninjau kesiapan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan Yogyakarta untuk pelayanan penyembelihan hewan kurban, Selasa (21/6). (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Rumah Pemotongan Hewan Giwangan Yogyakarta membuka layanan pemotongan hewan kurban bertepatan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban 1441 Hijriah, namun kapasitas maksimal yang dimiliki RPH tersebut hanya untuk 225 ekor ternak sapi selama empat hari masa pemotongan.



“Dari sarana dan prasarana yang ada serta sumber daya manusia dan aturan jaga jarak yang harus dipenuhi, maka kapasitas layanan adalah untuk 200 ternak sapi dan 200 kambing. Jika harus dimaksimalkan, masih bisa sampai 225 ekor sapi,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Selasa.



Menurut dia, Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan sudah melakukan berbagai persiapan agar mampu memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik untuk penyembelihan hewan kurban yang akan dilakukan pada 31 Juli hingga 3 Agustus 2020.



Sejumlah persiapan tersebut di antaranya perbaikan pada kerusakan-kerusakan ringan serta penyiapan alur masuk hewan kurban ke lokasi penyembelihan karena jumlah sapi dan kambing yang harus dipotong meningkat berkali-kali lipat dibanding hari biasa atau saat Idul Adha tahun lalu.



“Kami juga akan menyiapkan kandang sementara untuk mengistirahatkan kambing karena kandang istirahat yang sudah ada akan digunakan istirahat ternak sapi,” kata Sugeng yang meminta seluruh hewan kurban setidaknya sudah berada di RPH Giwangan 12 jam sebelum penyembelihan.



Hewan kurban harus memperoleh istirahat yang cukup sebelum disembelih agar proses penyembelihannya berjalan lancar dan kondisi hewan tidak “stress” karena bisa berpengaruh pada kualitas daging yang menjadi keras.



“Kami pun sudah membentuk Satgas COVID-19 untuk mengawasi jalannya pelaksanaan penyembelihan, pemotongan hingga proses distribusi daging kurban agar sesuai dengan protokol pencegahan penularan virus corona,” katanya.



Pada saat penyembelihan, lanjut Sugeng, sebanyak delapan unit katrol yang ada di RPH Giwangan tidak akan digunakan semuanya tetapi hanya enam katrol saja.



“Kami jaga supaya jumlah orang yang berada di ruang penyembelihan hingga pemotongan menjadi enam karkas tidak lebih dari 20 orang supaya protokol jaga jarak tetap bisa dipenuhi,” katanya.



RPH Giwangan Yogyakarta juga menyiapkan tiga atau empat unit mobil untuk mengantarkan daging kurban ke panitia penyembelihan hewan kurban.



“Pada hari pertama atau Idul Adha, penyembelihan akan kami batasi untuk 45 ekor sapi karena penyembelihan baru dimulai pukul 07.00 WIB. Untuk tiga hari selanjutnya, penyembelihan bisa dilakukan lebih banyak karena dimulai sejak pukul 01.00 WIB,” katanya.



Selama Idul Adha, pelayanan untuk penyembelihan reguler tetap akan dilakukan karena pasokan daging untuk pasar tradisional tetap harus dipenuhi. “Rata-rata ada sekitar 10 ekor sapi dan 15 kambing yang disembelih tiap hari di RPH,” katanya yang menyebut proses penyembelihan satu ekor sapi menjadi karkas bisa dilakukan dalam waktu kurang dari satu jam.



Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda DIY Tri Saktiyana mengatakan RPH Giwangan dipastikan siap memberikan layanan penyembelihan hewan kurban.



“Kondisi RPH pun cukup bersih. Harapannya, masyarakat bisa memanfaatkan RPH Giwangan untuk penyembelihan hewan kurban daripada disembelih sendiri. Jika terpaksa melakukan penyembelihan sendiri, maka protokol pencegahan COVID-19 harus benar-benar diterapkan,” katanya.



Ia memperkirakan, jumlah hewan kurban yang disembelih pada tahun ini tidak sebanyak tahun lalu mengingat saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19.



“Dimungkinkan ada penurunan jumlah hewan kurban karena saat ini daya beli masyarakat turun dan lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan yang esensial terlebih dulu,” katanya.



Pada tahun lalu, di Kota Yogyakarta tercatat sekitar 2.700 ekor sapi yang disembelih selama Idul Adha.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar