Mendag sebut sistem resi gudang tingkatkan kesejahteraan peternak

id Sistem Resi Gudang

Mendag sebut sistem resi gudang tingkatkan kesejahteraan peternak

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (20/5/2020). ANTARA/HO-Humas Kementerian Perdagangan/VFT/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyampaikan bahwa penggunaan sistem resi gudang (SRG)  dalam perdagangan ayam karkas beku milik PT Atma Mulya Jaya (PT AMJ) yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, diharapkan menjadi embrio bagi pelaksanaan SRG ayam karkas beku di daerah lainnya, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan peternak ayam.

“Saya mengharapkan SRG ayam karkas beku ini dapat dimanfaatkan seluruh lapisan pelaku usaha dalam rantai bisnis komoditas ayam, terutama para peternak mandiri,” kata Mendag lewat keterangan resminya di Jakarta, Rabu, usai meresmikan gudang SRG komoditas ayam karkas beku.

Dengan memanfaatkan SRG, Mendag menyebutkan para peternak mandiri dapat mendukung tata kelola usaha peternakan dan memberikan nilai tambah bagi usaha mereka. Pemanfaatan SRG ini ke depannya juga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor peternakan ayam.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan telah menerbitkan surat persetujuan kepada PT AMJ pada 16 Juli 2020 sebagai pengelola gudang SRG.

Mendag Agus menegaskan SRG berpotensi memberikan kontribusi signifikan dalam membangun perdagangan dan industri yang berbasis sumber daya lokal.

Menurut Mendag, SRG menawarkan mekanisme terbukanya akses pasar, tersedianya informasi mengenai ketersediaan, sebaran, mutu dan nilai komoditas. Implementasi SRG yang semakin meluas akan membawa manfaat besar bagi perekonomian nasional yang saat ini terpukul akibat pandemi COVID-19.

Selama pandemi COVID-19, banyak pelaku usaha komoditas baik pangan, peternakan, maupun perkebunan mengalami kesulitan arus kas (cash flow) dalam menyerap komoditas petani/peternak. Selain itu, permintaan komoditas, baik di luar maupun dalam negeri juga menurun.

"Saya meyakini pemanfaatan SRG sebagai instrumen manajemen stok dan pembiayaan akan menggerakkan berbagai usaha, mulai dari produsen komoditas, transportasi, pergudangan, pembiayaan, hingga lini produksi terkecil yang akan mendorong roda ekonomi berputar kembali untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia," jelas Mendag.

Selain itu, lanjut Mendag, akses terhadap informasi di dalam resi gudang juga berdampak pada adanya kemudahan memperoleh pembiayaan komoditas yang kompetitif dan memungkinkan adanya manajemen risiko harga yang lebih efektif dan transparan.


 

 

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar