Kulon Progo menggalakkan gerakan pedagang patuh protokol kesehatan

id protokol kesehatan,PKL,Kulon Progo

Kulon Progo menggalakkan gerakan pedagang patuh protokol kesehatan

Bupati Kulon Progo Sutedjo dan Wakil Bupati Kulon Progo Fajar Gegana meninjau pelaksanakan gerakan PKL patuh protokol kesehatan di Alun-alun Wates. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggalakkan gerakan pedagang kreatif lapangan patuh protokol kesehatan, khususnya di Alun-alun Wates dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19.

Bupati Kulon Progo Sutedjo di Kulon Progo, Rabu, mengatakan pencanangan gerakan pedagang kreatif lapangan  patuh protokol kesehatan sebagai wujud penerapan adaptasi kebiasaan baru yang akan dilanjutkan ke kawasan di kapanewon, sekaligus penyaluran tempat cuci tangan portabel yang sumber dananya berasal dari anggaran belanja tidak terduga APBD Kulon Progo.

"Jangan sampai publik terjebak dengan kondisi saat ini, sehingga mengabaikan protokol kesehatan. Kita tidak boleh terlena, dan seakan-akan sudah aman. COVID-19 itu ancaman dan hingga sekarang masih ada," kata Sutedjo.

Pencanangan gerakan pedagang kreatif lapangan patuh protokol kesehatan ini dilakukan dengan pemasangan stiker tentang imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan dan penyerahan bantuan kepada pedagang berupa 100 tempat cuci tangan portabel untuk 191 pedagang di Alun-Alun Wates, pedagang depan Pasar Wates dan pedagang seputar BPD Wates, yang merupakan donasi dari Baznas Kulon Progo.

Gerakan pedagang patuh protokol ini dicanangkan menyusul semakin ramainya Alun-alun Wates di tengah masa pandemi COVID-19. Hal itu sejatinya sesuai dengan kebijakan pemerintah menggerakkan kembali perekonomian masyarakat pasca terpuruk imbas pandemi. Namun, di sisi lain bisa menjadi bumerang apabila tidak sesuai protokol kesehatan.

"Untuk itu, kami mengimbau para pedagang dan pengunjung untuk selalu menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19," imbaunya.

Sementara itu, Koordinator Bagian Keamanan dan Hubungan Masyarakat Paguyuban Pedagang Alun-alun Wates (Paku Alwa), Bimo Prasetya mengatakan sejauh ini pihaknya sudah mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan yang ditentukan oleh pemerintah. Protokol ini tak hanya berlaku bagi pedagang, tapi juga pengunjung alun-alun.

"Untuk pengunjung kalai tidak pakai masker kami minta cari masker, kalau tidak mau pakai, kami suruh pulang," ujarnya.

Bimo mengatakan saat ini Alun-alun Wates memang sudah ramai kembali. Tidak seperti dua bulan lalu yang menurutnya begitu sepi karena imbas pandemi. Dengan kian ramainya alun-alun sementara saat ini masih masa pandemi, penerapan protokol kesehatan terus digencarkan.

"Seluruh pedagang di sini wajib pakai masker dan mengimbau pembeli untuk menerapkan protokol kesehatan salah satunya jaga jarak. Kami juga rutin memantau penerapan protokol kesehatan di sini," tuturnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung Alun-Alun Wates, Purnaningtyas mengaku penerapan protokol kesehatan di Alun-Alun Wates sudah cukup baik, namun perlu ditingkatkan lagi karena masih ada pengunjung yang tidak tertib menerapkan protokol kesehatan.

“Sudah diterapkan dengan baik protokol kesehatannya, disediakan tempat cuci tangan, diterapkan jaga jarak, hanya tadi saya masih melihat ada pengunjung yang tidak pakai masker mungkin bisa ditegur,” katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar