Tim SAR Gunung Kidul selamatkan tiga nelayan yang kapalnya dihantam ombak

id nelayan,Gunung Kidul

Tim SAR Gunung Kidul selamatkan tiga nelayan yang kapalnya dihantam ombak

Nelayan Pantai Baron Kabupaten Gunung Kidul mengevakuasi kapal ke daratan. Informasi BMKG, gelombang tinggi terjadi di pantai selatan. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Tim Pencarian dan Penyelamatan Satuan Perlindungan Masyarakat Wilayah II Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyelamatkan tiga nelayan yang kapalnya dihantam ombak saat mencari lobster di kawasan Pantai Drini pada Rabu sekitar pukul 08.00 WIB.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunung Kidul Surisdiyanto di Gunung Kidul, Rabu mengatakan kapal jukung "Bintaro 01" tengah melaut untuk mencari lobster di kawasan Pantai Drini, naas kapal mereka hancur dihantam ombak besar.

Meski kapal hancur, namun tiga orang nelayan yang berada di kapal itu berhasil menyelamatkan diri. Untuk menyelamatkan diri, ke tiga nelayan harus berjuang melawan maut. Meski sempat terlempar dari kapal, namun nelayan yang sudah berpengalaman puluhan tahun mengarungi samudera ini berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju pinggir pantai.

"Alhamdulillah, tiga anak buah kapal selamat semua dan kapal juga bisa diselamatkan meski rusak parah," kata Surisdiyanto.

Ia mengatakan dalam beberapa hari terakhir ini ombak kawasan pantai selatan di Gunung Kidul, ada peningkatan. “Kondisi ombak tidak menentu. Terkadang landai, namun mendadak besar, sehingga nelayan memang harus hati-hati,” katanya.

Salah seorang saksi, Suwarto (45) yang juga nelayan warga Kapanewon Tanjungsari. Sementara kapal yang sudah hancur berhasil ditarik ke tepi pantai.

Setelah berjuang melawan maut dengan berenang beberapa mil dengan ombak yang cukup besar, namun ketiga nelayan masing masing Harjiyo alias Tekong (45) dan Ngadiman (55) keduanya warga Padukuhan Wonosobo I RT 01 RW 01 Kalurahan Banjarejo Kapanewon Tanjungsari serta Tugino (45) warga Padukuhan Melikan Kalurahan Banjarejo Kapanewon Tanjungsari, berhasil selamat.

“Ketika para korban sedang berenang menyelamatkan diri, kebetulan ada kapal nelayan lain yang mengetahui, sehingga langsung ditolong,” katanya.

Peristiwa yang nyaris merenggut jiwa ini berawal ketika kapal dengan tiga orang nelayan, menuju tengah laut kawasan Pantai Drini untuk menarik jaring udang lobster yang sudah dipasang sejak Selasa (28/7) sore. Namun naas. Ketika sudah sampai di lokasi, dan jaring siap untuk ditarik, tiba-tiba datang ombak yang cukup besar menghantam berkali-kali kapal ini.


Akibatnya, kapal ini tidak mampu menahan kuatnya badai, akhirnya terbalik dan terus diterjang ombak besar sehingga hancur. Bersamaan kapal terbalik, ketika nelayan langsung terlempar ke lautan.

"Beruntung ke tiga nelayan ini masih sadar sehingga langsung menyelamatkan diri dengan berenang,” tambah Suwarto.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar