Permintaan hewan kurban meningkat menjelang Idul Adha

id hewan kurban,Kulon Progo

Permintaan hewan kurban meningkat menjelang Idul Adha

Pasar Hewan Terpadu Pengasih di Kabupaten Kulon Progo terpantau sedikit ramai menjelang Idul Adha. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Permintaan hewan kurban di salah satu penampungan hewan kurban di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami peningkatan menjelang Idul Adha 2020 yang jatuh pada Jumat (31/7).

Salah satu pengusaha hewan ternak di Kapanewon/Kecamatan Pengasih Mursid di Kulon Progo, Rabu (29/7) mengatakan pada Idul Adha 2019, dirinya hanya menjual 70 ekor, hingga H-2 Idul Adha 2020 dirinya sudah menjual 100 ekor sapi.

"Awalnya kami pesimistis, permintaan hewan kurban pada masa pandemi COVID-19, tapi di luar dugaan, permintaan sangat tinggi," katanya.

Mursid mengatakan calon orang yang berkurban sudah mulai melakukan pemesanan melalui jasanya sejak awal Juni 2020. Kebanyakan konsumen memesan sapi jenis limosin dan sapi lokal peranakan ongole (PO). Dua jenis ini, menurutnya, cukup diminati karena memiliki keunggulan masing-masing. Jenis limosin misalnya, dikenal sebagai sapi yang menghasilkan daging yang melimpah, sedangkan jenis PO, meski dagingnya tak sebanyak limosin, sudah memiliki basis penggemar tersendiri.

Harga untuk setiap pemesanan sapi berkisar Rp16 juta untuk ukuran kecil dan Rp23 juta untuk ukuran besar. Hanya saja, kata Mursid, rata-rata konsumennya memilih sapi yang harganya Rp21 juta.

"Permintaan kebanyakan peranakan ongole (PO). Kemudian disusul limosin. Kedua jenis sapi ini memiliki daging yang banyak," katanya.

Mursid menjamin telah melengkapi ternaknya dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH). Ia juga rutin mengecek kondisi kesehatan ternak pesanan konsumennya itu. Apabila ditemukan ada ternak yang menunjukkan gejala penyakit, langsung dipanggilkan dokter hewan dari puskeswan terdekat.

"Kami juga memberi garansi kepada konsumen, jika ada sapi yang kurang cocok akan kami ganti. Ini juga yang membuat pelanggan saya bertahan, karena sudah saling percaya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Drajat Purbadi mengatakan hingga saat ini, permintaan surat izin lokasi penyembelihan sebanyak 1.065 lokasi yang tersebar di 12 kecamatan/kapanewon di Kulon Progo, baik secara daring maupun manual.

Dari total yang sudah mengajukan izin lokasi penyembelihan hewan kurban, pihaknya baru menerbitkan 900 titik lokasi, sisanya masih dalam proses pemberkasan.

"Tingkat permohonan izin lokasi penyembelihan hewan kurban cukup tinggi. Kami sangat mengapresiasi kesadaran masyarakat yang tinggi dalam menyikapi penyebaran COVID-19 pada saat penyembelihan hewan kurban," katanya.

Terkait izin lokasi penyembelihan hewan kurban di wilayah yang terdapat warganya positif COVID-19, kata Drajat, menjadi kewenangan SatuanTugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo.

"Kami tidak berwenang untuk memberikan izin, dan itu kewenangan satuan tugas," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar