Kulon Progo mengintensifkan siaran keliling perihal pencegahan COVID-19

id siaran keliling kulon progo,covid kulon progo,pencegahan covid

Kulon Progo mengintensifkan siaran keliling perihal pencegahan COVID-19

Petugas Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulon Progo menyampaikan penyuluhan perihal pencegahan COVID-19 dalam kegiatan Siaran Keliling Pemkab. (ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengintensifkan kegiatan siaran keliling ke pasar-pasar dan tempat wisata untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat perihal penerapan protokol pencegahan COVID-19.

Bupati Kulon Progo Sutedjo sudah meminta Dinas Komunikasi dan Informatika untuk menggiatkan kegiatan penyuluhan mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk menghindari penularan COVID-19 seperti memakai masker saat di luar rumah, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan orang lain.

"Kami meminta masyarakat agar tetap di rumah saja untuk mengurangi penyebaran COVID-19, khususnya di Kabupaten Kulon Progo yang saat ini sudah bertambah kasus dari klaster baru Lendah," kata Sutedjo di Kulon Progo, Kamis.

"Ayo kita saling mengingatkan dan saling menjaga," ia menambahkan.

Ia mengatakan bahwa penerapan protokol kesehatan harus menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat.

Petugas di kawasan wisata Waduk Sermo, Mugiyono, mengatakan bahwa pengelola tempat wisata memeriksa suhu tubuh pengunjung dan mewajibkan pengunjung memakai masker guna mencegah persebaran COVID-19.

"Untuk protokol kesehatan, kita ada cek suhu dan wajib pakai masker. Setiap pengunjung dimintai data untuk nama, alamat, dan juga nomor telepon," katanya.

"Belum ada pengunjung yang suhunya tinggi, paling tinggi 38 derajat dan diminta untuk istirahat dulu. Paling tinggi harusnya 37,5 derajat," ia menambahkan.

Ia menjelaskan, Dinas Pariwisata telah menyampaikan surat edaran mengenai penerapan protokol pencegahan COVID-19 dalam kegiatan di tempat wisata dan petugas satuan polisi pamong praja dan polisi setiap hari mengawasi pelaksanaan protokol di tempat wisata.

"Sampai saat ini, belum ada pembatasan jumlah pengunjung di kawasan wisata Waduk Sermo. Namun, pembatasan jumlah pengunjung sudah diterapkan di kawasan wisata Taman Bambu Air Waduk Sermo dengan pengunjung maksimal 60 orang," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar