Pelaku parwisata diimbau tetap patuhi protokol COVID-19 saat "long weekend"

id Dispar Kabupaten Sleman,Dinas pariwisata sleman,Protokol kesehatan COVID-19,Pelaku parwisata,Long weekend,Libur idul Adh

Pelaku parwisata diimbau tetap patuhi protokol COVID-19 saat "long weekend"

Bupati Sleman Sri Purnomo saat memeriksa penerapan protokol kesehatan COVID-19 pada jasa pariwisata "Lava Tour Merapi" saat simulasi uji coba operasional terbatas objek wisata Kaliurang. ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto

Sleman (ANTARA) - Dinas Pariwisata, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau pelaku pariwisata untuk tetap menjalankan protokol kesehatan COVID-19 pada libur panjang akhir pekan atau "long weekend" Hari Raya Idul Adha dari Jumat (31/7) hingga Minggu (2/8).

"Saat ini sejumlah destinasi wisata, hotel dan restoran masih dalam tahap uji coba operasional, sehingga kami minta pelaku pariwisata tetap patuh pada protokol kesehatan pada 'long weekend' untuk antisipasi penyebaran COVID-19," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Sudarningsih di Sleman, Kamis.

Menurut dia, sebagai antisipasi penyebaran COVID-19 di objek wisata karena banyaknya wisatawan yang berkunjung ke objek wisata di Kabupaten Sleman pada "long weekend" Hari Raya Idul Adha ini maka protokol kesehatan harus dilaksanakan secara konsisten.

"Pengelola destinasi pariwisata dan juga usaha jasa pariwisata wajib untuk selalu memastikan operasional baik dari sisi manajemen karyawan maupun dalam memberikan pelayanan tamu dapat secara konsisten menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19," katanya.

Ia mengatakan, perlindungan untuk tamu, operator, dan lingkungan penting dilakukan secara pararel dengan upaya bergeraknya sektor pariwisata.

"Bergeraknya sektor pariwisata melalui uji coba terbatas ini diartikan dengan bergerak sektor pariwisata secara bertahap. Setiap perkembangannya terus kami pantau dan evaluasi," katanya.

Sudarningsih mengatakan, upaya pelaku pariwisata juga harus didukung juga dengan perilaku wisatawan yang untuk saat ini, seharusnya sudah sadar betul terkait kebiasaan baru yg harus dilakukan terkait pencegahan penyebaran COVID-19.

"Seperti selalu memakai masker di ruang-ruang publik secara baik dan benar, menerapkan etika batuk dan bersin, selalu menjaga jarak 1,5 meter, menghindari kerumunan di dalam objek wisata dan sebagainya," katanya.

Ia mengatakan, jika pengelolaan manajemen dan perilaku wisatawan dapat bersinergi baik, tentunya sangat positif untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 dan bergeraknya sektor pariwisata.

"Jangan sampai pembukaan terbatas operasional sejumlah destinasi wisata justru dapat menimbulkan penyebaran COVID-19," katanya.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar