Satu tenaga teknis di Pemkot Yogyakarta terkonfirmasi positif COVID-19

id covid-19,tenaga teknis,yogyakarta

Satu tenaga teknis di Pemkot Yogyakarta terkonfirmasi positif COVID-19

Ilustrasi - Petugas beraktivitas di Laboratorium Virologi Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta. (FOTO ANTARA/Luqman Hakim) (.)

Yogyakarta (ANTARA) - Satu tenaga teknis di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta terkonfirmasi positif COVID-19, namun hingga saat ini masih terus ditelusuri asal mula penularan dengan proses 'tracing' terhadap aktivitas dan kontak erat pasien.

“Proses 'tracing' terus dilakukan dan kami mencari dari mana sumber penularannya, karena tenaga teknis ini sama sekali tidak pernah melakukan perjalanan ke luar kota atau ke daerah-daerah yang masuk zona merah,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya di Yogyakarta, Jumat.

Sebelum dinyatakan positif terpapar COVID-19, tenaga teknis tersebut mengeluhkan sejumlah gejala seperti sesak nafas, batuk, dan pilek. Ia kemudian melakukan swab test secara mandiri pada 25 Juli dan terkonfirmasi positif COVID-19 pada 28 Juli.

Selain mencari sumber penularannya, kata Tri, juga dilakukan 'contact tracing' terutama di lingkungan kerja serta di masyarakat.

Sebanyak enam rekan pasien yang biasanya bekerja satu ruangan, kini menjalani isolasi mandiri dan dijadwalkan melakukan rapid test pada Selasa, 4 Agustus. Ruang kerja pegawai di salah satu dinas tersebut juga akan didisinfeksi.

Penjadwalan rapid test, lanjut Tri, disesuaikan dengan penghitungan potensi paparan agar hasil dari uji cepat lebih akurat.

“Kami juga melakukan 'tracing' ke tempat-tempat lain yang didatangi dan ditemukan lima orang yang melakukan kontak dengan beliau. Kelimanya melakukan kontak selama lebih dari 15 menit,” katanya yang kemudian berkoordinasi dengan sejumlah puskesmas untuk melakukan 'contact tracing'.

Tri menambahkan bahwa pihaknya juga sudah melakukan penelusuran terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pasien positif tersebut sepanjang Juni dan Juli.

“Kami membuat semacam peta yang berisi praduga-praduga potensi awal mula penularan. Jika memang praduga itu kuat, maka akan langsung dilakukan swab,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, upaya penelusuran dan 'contact tracing' dilakukan secepatnya untuk mencegah potensi penularan yang lebih luas.

“Harus bisa dicegah secepatnya supaya tidak semakin menyebar kemana-mana,” katanya yang juga menyatakan seluruh anggota keluarga dari tenaga teknis tersebut sudah melakukan uji swab.

Berdasarkan data corona.jogkakota.go.id hingga Kamis (30/7), jumlah pasien positif COVID-19 yang masih menjalani perawatan di Yogyakarta tercatat 10 orang, 39 pasien sembuh, dan tiga meninggal dunia.
 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar