Dinkes: Enam pasien positif COVID-19 di Gunung Kidul sembuh

id Gunung Kidul

Dinkes: Enam pasien positif COVID-19 di Gunung Kidul sembuh

Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty. ANTARA/Sutarmi

Gunung Kidul (ANTARA) - Enam pasien positif COVID-19 di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dinyatakan sembuh, sehingga total menjadi 109 kasus.

"Hari ini, tidak ada penambahan kasus positif COVID-19. Alhamdulillah, ada enam pasien yang dinyatakan sembuh dan sudah diperbolehkan pulang," kata Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty di Gunung Kidul, Sabtu,



Ia mengatakan enam pasien yang sembuh, yakni laki-laki umur 12 tahun warga Playen, perempuan umur 29 tahun warga Wonosari, perempuan umur 62 tahun warga Panggang, perempuan umur 49 tahun warga Ngawen, laki-laki umur 47 tahun warga Paliyan, dan
perempuan umur 56 tahun warga Karangmojo.

"Semoga yang masih dalam perawatan segera sembuh," harapnya.



Dewi mengatakan pada Jumat (31/7) jumlah kasus COVID-19 di Gunung Kidul kembali mengalami kenaikan empat kasus baru, yakni laki-laki umur 87 tahun asal Patuk meninggal komorbid stroke.

Data kasus COVID-19 yang meninggal dunia dengan penyakit penyerta. Dengan begitu, jumlah warga Gunung Kidul yang terkonfirmasi positif COVID-19 meninggal dunia ada tiga orang.



Tiga kasus baru yang lain, perempuan umur 45 tahun asal Semanu merupakan keluarga tenaga kesehatan yang sebelumnya positif. Kemudian perempuan umur 39 tahun asal Wonosari keluarga tenaga kesehatan yang sebelumnya positif. Satu lagi yakni perempuan umur 25 tahun asal Ponjong dengan riwayat kontak dengan kasus positif.

"Pada Jumat (31/7) ada penambahan empat kasus, satu diantara meninggal dunia," katanya.

Pembaharuan data yang dilakukan juga diwarnai pemindahan pencatatan. Satu warga Semanu yang positif dimasukkan ke data Kabupaten Sleman. Sebab yang bersangkutan berdomisili di Sleman.

Hingga hari ini, akumulasi kasus COVID-19 di Gunung Kidul ada 109 kejadian dengan rincian 78 warga diantaranya sembuh dan 28 lainnya dalam perawatan, dan tiga orang meninggal dunia.

"Sebanyak 302 spesimen swab masih menunggu hasil tes PCR,” kata Dewi.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar