Temuan cacing hati hewan kurban di Kota Yogyakarta turun

id cacing hati,hewan kurban,yogyakarta

Temuan cacing hati hewan kurban di Kota Yogyakarta turun

Ilustrasi penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan Yogyakarta pada saat Idul Adha, 31 Juli 2020 (HO-Humas Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menilai kualitas daging hewan kurban pada tahun ini lebih baik dibanding tahun lalu dengan menurunnya temuan cacing hati pada hewan kurban yang disembelih.

“Pada tahun ini hanya ada temuan cacing hati di sembilan ekor sapi yang disembelih. Jauh berkurang dibanding tahun lalu yang ditemukan lebih dari 100 ekor sapi,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Selasa.
 

Menurut dia, rendahnya temuan cacing hati tersebut disebabkan berbagai aspek, mulai dari kualitas sapi kurban yang lebih baik.

“Tahun ini, jumlah sapi yang disembelih turun dibanding tahun lalu. Artinya, masyarakat bisa memilih sapi yang benar-benar dalam kondisi sehat untuk hewan kurban, sehingga temuan sapi yang terinfeksi cacing hati pun berkurang,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, total sapi yang disembelih tahun ini mencapai 1.659 ekor, satu ekor kerbau, 936 kambing dan 2.170 domba yang disembelih di 363 lokasi.

Sedangkan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan Yogyakarta menyembelih 128 ekor sapi selama empat hari.

“Jumlah hewan kurban pada tahun ini berkurang sekitar 25 persen dibanding tahun lalu yang mencapai sekitar 7.000 ekor,” katanya.
 

Sugeng memperkirakan penurunan jumlah hewan yang disembelih tersebut berkaitan dengan berbagai aspek, seperti kemampuan atau daya beli masyarakat yang berkurang akibat pandemi COVID-19.

“Selain itu, kami juga meminta masyarakat untuk menyampaikan jika akan melakukan penyembelihan mandiri harus dilengkapi satgas untuk memastikan protokol kesehatannya. Mungkin hal ini juga memberatkan,” katanya.

Selain itu, lanjut Sugeng, dimungkinkan banyak hewan kurban di Kota Yogyakarta yang disembelih di luar daerah.

Sedangkan untuk evaluasi protokol kesehatan di tempat penyembelihan mandiri, Sugeng mengatakan masyarakat sudah menjalankan dengan cukup baik.

“Kesejahteraan hewan pun diperhatikan. Pengemasan daging sudah menggunakan bahan ramah lingkungan meskipun masih ada panitia yang menggunakan plastik bening dan putih,” katanya.
 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar