Warga Yogyakarta diminta tak gelar malam tirakatan pada Hari Kemerdekaan

id malam tirakatan yogyakarta,peringatan kemerdekaan,hari kemerdekaan ri

Warga Yogyakarta diminta tak gelar malam tirakatan pada Hari Kemerdekaan

Bendera dan umbul-umbul merah putih sudah dipasang di kompleks Balai Kota Yoagyakarta untuk menyemarakkan peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI.(ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta meminta warganya tahun ini tidak menggelar acara malam tirakatan sebagai wujud syukur pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia guna mencegah penularan COVID-19.

"Sesuai arahan dari Kemensesneg dan sudah ada surat edaran wali kota, maka malam tirakatan atau tasyakuran menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia tidak digelar terlebih dulu," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Jumat.

Ia mengatakan, pemerintah menyampaikan imbauan tersebut guna meminimalkan risiko penularan virus corona penyebab COVID-19 karena biasanya acara malam tirakatan dihadiri oleh banyak orang.

Menurut data Pemerintah Kota Yogyakarta, hingga Kamis (6/8) tidak ada penambahan kasus COVID-19 di wilayah Yogyakarta. Jumlah pasien COVID-19 di Yogyakarta yang masih menjalani perawatan tercatat 21 orang. Selain itu total ada 46 orang yang sudah sembuh dan tiga pasien yang meninggal dunia.

Heroe mengatakan, masyarakat tetap dapat memeriahkan acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui cara lain.

"Tahun ini, kesemarakan digelar selama satu bulan penuh, sepanjang Agustus. Mulai dengan memasang bendera, umbul-umbul, dan dekorasi lainnya," katanya.

Heroe menambahkan, seluruh kantor organisasi perangkat daerah, unit kerja, instansi pemerintah, dan sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta sudah mulai memasang bendera dan umbul-umbul untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan Indonesia.

“Kemeriahan juga bisa dilakukan melalui media sosial dengan memasang logo peringatan kemerdekaan,” katanya.

Dia mengatakan bahwa kegiatan lomba yang melibatkan banyak orang juga mesti dihindari guna mencegah penularan virus corona.

“Penerapan protokol kesehatan harus menjadi pertimbangan utama sebelum menyelenggarakan kegiatan di masyarakat,” katanya.

Heroe mengatakan, Pemerintah Kota Yogyakarta tahun ini kemungkinan tidak akan menyelenggarakan upacara peringatan kemerdekaan. “Sampai sekarang pun, kami tidak menyiapkan paskibra untuk upacara,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar