Realisasi investasi di Kulon Progo hingga Juli mencapai Rp1,24 triliun

id Kulon Progo

Realisasi investasi di Kulon Progo hingga Juli mencapai Rp1,24 triliun

Keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo diharapkan mendongkrak pertumbuhan investasi. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Realisasi investasi khusus di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dari Januari hingga Juli 2020, mencapai Rp1,24 triliun ditopang adanya Bandara Internasional Yogyakarta.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo Agung Kurniawan di Kulon Progo, Senin, mengatakan dari total Rp1,24 triliun terdiri dari realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,96 miliar dengan nilai realisasi investasi tertinggi dari sektor industri tekstil dan sektor pertambangan.

"Selanjutnya, nilai realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1,23 triliun dengan nilai realisasi investasi tertinggi dari sektor infrastruktur (transportasi) yang disusul dari sektor perdagangan dan sektor Industri Kosmetik," kata Agung Kurniawan.

Ia mengatakan realisasi investasi khusus triwulan II 2020 sebesar Rp465,49 miliar dengan rincian nilai realisasi investasi PMA Rp468,40 miliar dengan nilai realisasi investasi tertinggi dari sektor industri tekstil dan nilai realisasi investasi PMDN Rp465,03 miliar dengan nilai realisasi investasi tertinggi dari sektor infrastruktur (transportasi) yaitu pembangunan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), yang disusul dari sektor perdagangan dan sektor industi kosmetik.

"Dari realisasi investasi pada triwulan II 2020 sebesar Rp465,49 miiiar kondisi tersebut apabila dibandingkan dengan rata-rata realisasi investasi triwulan I 2020 sebesar Rp777,42 miliar, sehingga pada triwulan II tahun 2020 ini mengalami penurunan sebesar Rp311,92 miliar atau minus 40,12 persen," katanya.

Agung mengatakan dari data tersebut dapat diambil analisa bahwa angka investasi penanaman modal pada triwulan II untuk sektor PMA sebesar Rp468,40 miliar mengalami penurunan sebesar Rp8,02 miliar atau minus 94,48 miliar dari triwulan sebelumnya yang mencapai Rp8,49 miliar.

"Sedangkan pada sektor PMDN dari data triwulan II tahun 2020 realisasi investasi PMDN sebesar Rp465,03 miliar dibandingkan dengan triwulan I tahun 2020 yang mencapai Rp768,92 miliar, sektor PMDN mengalami penurunan sebesar Rp303,89 miliar atau minus 39,52 persen," katanya.

Wakil Ketua II DPRD Kulon Progo Lajiyo Yok Mulyono meminta Pemkab Kulon Progo melalui DPMPT pada masa pandemi COVID-19 memperbaharui sistem perizinan yang masih banyak dikeluhkan dan giat mempromosikan potensi investasi di Kulon Progo.

"Kami berharap DPMPT bekerja keras untuk menarik investasi dan meyakinkan investor bahwa Kulon Progo potensi untuk investasi dengan adanya Bandara Internasional Yogyakarta," katanya.


Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar