Yogyakarta tetap memberikan pendampingan pendaftaran Kartu Prakerja

id pendampingan,pendaftaran, kartu prakerja

Yogyakarta tetap memberikan pendampingan pendaftaran Kartu Prakerja

Dokumentasi- Pendampingan pendaftran Kartu Prakerja di Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Yogyakarta, 20 April 2020 (ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta tetap memberikan pendampingan kepada masyarakat yang akan melakukan pendaftaran Kartu Prakerja gelombang empat yang sudah dibuka sejak Sabtu, 8 Agustus 2020.



“Seperti pendaftaran untuk Kartu Prakerja gelombang sebelumnya, kami pun tetap memberikan pendampingan jika ada masyarakat yang ingin mendaftar sebagai peserta program terebut,” kata Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Lusiningsih di Yogyakarta, Rabu.



Menurut dia, pendampingan tersebut dapat diakses di Kantor Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta setiap jam kerja.



“Sudah ada beberapa warga yang mengaksesnya. Selama masih ada pembukaan, maka pendampingan tetap kami berikan,” katanya.



Namun demikian, Lusiningsih mengatakan, tidak bisa memantau total jumlah pendaftar asal Kota Yogyakarta yang mengakses pendaftaran Kartu Prakerja karena pendaftaran dapat dilakukan secara langsung melalui aplikasi daring yang sudah disiapkan.



“Seluruh verifikasi apakah pendaftar bisa lolos atau tidak untuk mengikuti program tersebut juga dilakukan langsung oleh pusat. Kami sebatas memberikan bantuan jika ada warga yang memang kesulitan saat mendaftar,” katanya.



Sebelumnya, Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta sudah membuat edaran terkait cara mudah untuk mengakses Kartu Prakerja. “Bisa dilakukan melalui telepon genggam yang mereka miliki, asalkan terhubung dengan internet,” katanya.



Sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh pendaftar adalah Warga Negara Indonesia, berusia lebih dari 18 tahun, tidak sedang bersekolah atau kuliah, bukan aparatur sipil negara atau pegawai negeri sipil dan pegawai BUMN atau BUMD.



Pada pendaftaran Kartu Prakerja gelombang empat tersebut dibuka kuota untuk 800.000 pendaftar. Kartu Prakerja diutamakan untuk pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi kerja termasuk pelaku UKM.



Hingga akhir tahun, pemerintah menargetkan 5,6 juta peserta menerima manfaat Kartu Prakerja. Setiap pekerja akan mendapat insentif Rp3,55 juta dengan rincian Rp1 juta untuk pelatihamn, dan Rp600.000 untuk insentif pasca pelatihan yang diberikan empat kali selama empat bulan, dan sisanya Rp150.000 untuk insentif survei.

Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar