Pemkot Yogyakarta optimistis proyek fisik selesai pertengahan Desember

id pekerjaan fisik,target,desember

Pemkot Yogyakarta optimistis proyek fisik selesai pertengahan Desember

Ilustrasi pemasangan girder pada revitalisasi Jembatan GL Zoo Yogyakarta,14 November 2019 (HO-DPUPKP Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta  optimistis seluruh proyek fisik  dapat diselesaikan pada pertengahan Desember 2020 meskipun sejumlah proyek dengan alokasi anggaran cukup besar masih dalam proses lelang di Badan Layanan Pengadaan Kota Yogyakarta.



“Lelang memang membutuhkan waktu. Paling tidak sekitar satu bulan. Tetapi sejauh ini prosesnya berjalan cukup lancar. Makanya, kami tetap optimistis pekerjaan bisa selesai Desember, bahkan diharapkan pertengahan Desember selesai,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Jumat.



Menurut dia, target penyelesaian pekerjaan pada pertengahan Desember sangat penting untuk bisa direalisasikan sehingga wisatawan yang datang pada libur panjang akhir tahun tidak akan merasa terganggu dengan banyaknya pekerjaan fisik yang masih berlangsung.



Beberapa pekerjaan fisik yang diharapkan sudah bisa dinikmati wisatawan pada libur akhir tahun adalah revitalisasi pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman serta di sekitar Tugu dan pedestrian di Jalan KH Ahmad Dahlan.



“Sampai sekarang, proses lelang cukup lancar. Mudah-mudahan tidak ada yang menyanggah sehingga bisa segera ditetapkan pemenang dan pekerjaan bisa dilanjutkan,” katanya.



Sejumlah pekerjaan fisik yang kini dalam proses lelang di antaranya pekerjaan yang didanai menggunakan dana keistimewaan yaitu, saluran air hunan di kawasan Kotagede dengan alokasi anggaran Rp6,8 miliar, revitalisasi pedestrian Jalan KH Ahmad Dahla Rp7,5 miliar, penataan simpang Tugu Rp9,5 miliar, dan penataan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman segmen Jembatan Gondolayu-Tugu dengan alokasi anggaran Rp13,9 miliar.



Selain itu, juga akan dilakukan pekerjaan fisik yang didanai menggunakan dana alokasi khusus (DAK) yaitu pemeliharaan Jalan Ki Penjawi dengan alokasi anggaran Rp5 miliar, Jalan Nitikan Rp2,7 miliar, Jalan Lowanu Rp2,9 miliar, dan Jalan Cik Di Tiro Rp4,5 miliar.



Keempat pekerjaan pemeliharaan jalan tersebut memasuki masa sanggah setelah ditetapkan pemenangnya. Jika tidak ada kendala, maka akan dilanjutkan dengan tahap penunjukkan penyedia barang dan jasa dan penandatangan kontrak untuk melaksanakan pekerjaan.



Selain itu, pekerjaan fisik yang juga didanai menggunakan dana alokasi khusus adalah pembangunan jalur pedestrian dan toilet di kompleks Taman Pintar Aquatic masing-masing dnegan alokasi anggaran Rp3,5 miliar dan Rp562 juta.



Meskipun waktu yang dimiliki untuk menyelesaikan pekerjaan fisik hanya sekitar empat bulan, namun Heroe menyebut, penyedia jasa harus tetap mempertahankan kualitas pekerjaan. “Saya kira, penyedia jasa tidak akan sembarangan dan mengabaikan kualitas pekerjaan karena dikejar waktu untuk menyelesaikan proyek. Tentu saja, sudah ada perhitungan yang menjadi pertimbangan,” katanya.



Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogyakarta Wasesa mengatakan, serapan anggaran belanja hingga Agustus di seluruh sektor mencapai sekitar 39 persen. “Ini adalah serapan dari seluruh sektor,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar