Tambahan personel efektif menekan pelanggar protokol kesehatan Malioboro

id malioboro,protokol kesehatan,wisatawan

Tambahan personel efektif menekan pelanggar protokol kesehatan Malioboro

Dokumentasi - Personel keamanan di Malioboro, Jogoboro, menjalankan protokol kesehatan dengan memindai suhu tubuh wisatawan yang akan masuk Malioboro dan memandu wisatawan memindai QR Code untuk pendataan, 15 Juli 2020. (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Tambahan personel keamanan yang diperbantukan untuk mendukung tugas Jogoboro, petugas keamanan di Malioboro, dinilai cukup efektif untuk mengurangi pelanggaran protokol kesehatan di tempat tujuan utama wisata di Yogyakarta tersebut pada libur panjang akhir pekan lalu.

“Kami banyak terbantu dengan tambahan personel keamanan yang diperbantukan. Tidak banyak terjadi pelanggaran protokol kesehatan,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, protokol kesehatan yang paling sering dilanggar wisatawan yang datang ke kawasan Malioboro adalah mematuhi jalur searah di pedestrian.
 

Pedestrian di sisi timur Jalan Malioboro dikhususkan untuk pejalan kaki yang berjalan dari utara ke selatan, sedangkan pedestrian di sisi barat digunakan oleh wisatawan yang berjalan dari selatan menuju ke utara.

“Saat jumlah wisatawan cukup banyak, biasanya mereka mengabaikan petunjuk arah yang sudah ditempatkan di sepanjang pedestrian. Padahal, penempatan tanda panah ini ditujukan untuk mengurangi agar wisatawan tidak saling berpapasan yang dapat meningkatkan risiko penularan virus corona,” katanya.

Namun demikian, lanjut Ekwanto, dengan adanya tambahan petugas keamanan yang diterjunkan sepanjang libur panjang akhir pekan lalu, wisatawan yang memadati kawasan Malioboro dapat diarahkan untuk mematuhi protokol kesehatan.
 

Total tambahan petugas yang diterjunkan di Malioboro saat libur panjang akhir pekan lalu mencapai 398 personel di antaranya berasal dari Satpol PP Kota Yogyakarta, Satpol PP DIY, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Linmas, dan Pam Budaya.

“Kami pun sempat menahan wisatawan di pintu masuk selama sekitar 30 menit karena kondisi di kawasan Malioboro masih cukup padat,” katanya.

Kawasan Malioboro dibagi dalam lima zona. Tiap zona maksimal diisi 500 wisatawan. Pantuan jumlah wisatawan di tiap zona dilakukan berdasarkan hasil pemindaian QR Code yang wajib dilakukan wisatawan selama berada di Malioboro.

“Yang paling sering penuh adalah zona dua, khususnya di depan Malioboro Mall,” kata Ekwanto yang menyebut pengunjung rata-rata berasal dari wisatawan keluarga yang menggunakan kendaraan pribadi.
 

Pembatasan jumlah wisatawan di tiap zona ditujukan agar wisatawan bisa saling menjaga jarak satu dengan yang lain. “Saat jumlah wisatawan di sebuah zona sudah penuh, petugas Jogoboro akan memperoleh tanda peringatan. Alarm peringatan di ponsel mereka berbunyi. Petugas pun meminta wisatawan untuk segera bergeser ke zona lain yang masih kosong,” katanya.

Total wisatawan yang berkunjung ke Malioboro selama empat hari libur panjang akhir pekan, 20 Agustus-23 Agustus mencapai 18.375 wisatawan. “Sudah ada wisatawan yang berasal dari luar daerah, misalnya Jakarta, Bandung, Surabaya, Pekalongan dan Solo. Rata-rata menggunakan kendaraan pribadi. Untuk wisatawan rombongan dengan bus, tidak terlalu banyak,” katanya.

Untuk protokol penggunaan masker, lanjut Ekwanto, rata-rata sudah dipenuhi oleh wisatawan. "Jika ada temuan, biasanya cukup diingatkan oleh petugas agar memakai masker dengan benar," katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar