Bantul mendorong masyarakat membantu pemberantasan cukai rokok ilegal

id Workshop cukai

Bantul mendorong masyarakat membantu pemberantasan cukai rokok ilegal

Workshop Pemberantasan Cukai Ilegal di Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong masyarakat maupun perangkat desa di daerah ini ikut berperan aktif membantu pemerintah dalam upaya pemberantasan peredaran cukai rokok ilegal.

Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta di Bantul, Rabu, mengatakan, dalam upaya mendorong masyarakat untuk aktif membantu pemberantasan cukai ilegal dilakukan dengan workshop Pemberantasan Cukai Ilegal bekerja sama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Yogyakarta pada Selasa (1/9).

"Workshop tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang peraturan undang-undang bidang cukai, dan mendorong pada masyarakat agar ikut berperan serta aktif dalam membantu pemberantasan cukai palsu atau ilegal," kata Yulius.

Kegiatan workshop bagi lurah dan perwakilan perangkat desa maupun camat se-Bantul serta unsur terkait, dengan narasumber pejabat dari Kantor Bea dan Cukai Yogyakarta itu juga bertujuan untuk menekan peredaran cukai palsu ilegal.

"Kemudian meningkatkan pendapatan negara dari cukai. Dan kita sudah kerja sama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Yogyakarta beberapa waktu lalu untuk melakukan operasi lapangan terkait cukai ilegal," katanya.

Menurut dia, upaya mengajak masyarakat bantu pemberantasan cukai ilegal ini sebagai pertanggungjawaban atas penerimaan dana Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) kepada instansi aparat pemerintah daerah ini dari Pemkab Bantul tiap tahun

"Kita setiap tahun menerima DBHCT, dan bentuk kegiatannya ada yang workshop, ada sosialisasi pembinaan kepada masyarakat, juga operasi, nanti lapora kita buat dari dana yang kita terima, kita pertanggungjawabkan dalam bentuk laporan," katanya.

Sementara itu, Bupati Bantul Suharsono mengatakan, adanya tarif cukai rokok tentu dibayangi dengan potensi rokok ilegal yang beredar di masyarakat, karena itu komitmen tekad yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah beredarnya rokok yang tidak sesuai ketentuan menjadi penting.

"Jika peredaran rokok ilegal kita biarkan maka berpotensi mengurangi pemasukan negara. Dampaknya pembangunan sarana prasarana dan penyediaan fasilitas umum di Bantul tentu akan terkendala," katanya.

Oleh karena itu, Pemkab Bantul berharap sinergi yang telah terjalin dengan jajaran bea cukai, TNI/Polri, Kejaksaan dan instansi vertikal lainnya dapat terus terjalin dengan baik dan ditingkatkan.

"Kami workshop pemberantasan cukai ilegal ini dapat memberikan motivasi dan terobosan bagi pemerintah desa untuk meningkatkan peran aktif dalam pemberantasan cukai ilegal, sebagai bentuk dukungan mengamankan pendapatan nasional yang dibutuhkan dalam proses pembangunan," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar