Gunung Kidul: Tiket wisata elektronik terkendala jaringan

id Gunung Kidul,tiket wisata

Gunung Kidul: Tiket wisata elektronik terkendala jaringan

Objek wisata pantai di Kabupaten Gunung Kidul, DIY. ANTARA/Sutarmi

Gunung Kidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kesulitan memberlakukan tiket elektronik di sejumlah objek wisata karena terkendala jaringan telekomunikasi dan pasokan listrik.

Kepala Dinas Pariwisata Gunung Kidul Asti Wijayanti di Gunung Kidul, DIY, Rabu, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan program untuk penerapan tiket elektronik (e-ticketing) di kawasan wisata dan program ini sudah ditindaklanjuti dengan membuat kerja sama dengan BPD DIY dalam upaya pembayaran secara daring.

"Yang menjadi persoalannya, masih ada lokasi-lokasi yang tidak ada sinyal telekomunikasi sehingga berpengaruh terhadap recanana e-ticketing. Tiket yang diberi secara daring tidak bisa dicek," kata Asti.

Ia mengatakan persoalan ketiadaan sinyal jaringan di lokasi wisata sudah disampaikan ke Pemkab Gunung Kidul dan Dinas Pariwisata DIY.

Ia berharap dengan program penambahan jaringan internet gratis yang dikembangkan Dinas Komunikasi dan Informatika Gunung Kidul di 1.000 titik dapat membantu dalam upaya penerapan e-ticketing di kawasan wisata.

"Kami dukung karena dengan adanya sinyal, maka bisa lebih mudah dalam penerapan layanan berbasis internet," katanya.

Selain itu, lanjut Asti, permasalahan juga disebabkan karena ketersediaan pasokan listrik. Hingga sekarang sering kali terjadi pemadaman dan hal tersebut berpengaruh terhadap layanan sehingga harus dilakukan antisipasi.

"Solusinya, menggunakan listrik premium yang antimati. Ini sedang kami pertimbangkan untuk mendukung upaya dalam penerapan e-ticketing,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunung Kidul Kelik Yuniantoro mengatakan hingga saat ini masih ada wilayah di Gunung Kidul yang kesulitan mengakses jaringan telekomunikasi.

Untuk mengatasi permasalahan ini bisa dilakukan dengan tiga skema. Pertama, pemanfaatan dana desa untuk memperkuat sarana internet yang dimiliki pemkab. Adapun cara kedua dengan menggandeng investor untuk mendirikan menara telekomunikasi.

Menurut dia, pihaknya terus berusaha mewujudkan layanan akses internet dengan program 1.000 titik wifi gratis di masyarakat. Saat ini, sudah banyak yang terpasang dan rencananya juga menyasar ke lokasi wisata yang kesulitan jaringan telekomunikasi.

"Untuk yang ketiga dilakukan dengan memanfaatkan program dari pemerintah pusat yang bertajuk Bakti Kominfo RI dengan membangun tower BTS kecil di wilayah susah sinyal,” katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar