Jelang PSBB Jakarta, tak ada lonjakan penumpang di Bandara YIA

id Bandara YIA,Penumpang,PSBB Jakarta

Jelang PSBB Jakarta, tak ada lonjakan penumpang di Bandara YIA

Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). (FOTO ANTARA)

Yogyakarta (ANTARA) - Manajemen Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) hingga Minggu (13/9), tidak mencatat lonjakan penumpang menjelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta mulai Senin (14/9).

"Tidak ada lonjakan. Justru hari Sabtu kemarin jumlahnya menurun," kata Airport Operation and Services Senior Manager PT Angkasa Pura I Nyoman Nur Rochim saat dihubungi di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, jumlah penumpang yang datang dan berangkat di YIA pada Minggu (13/9) tercatat kurang lebih 4.000 orang. Jumlah itu masih tergolong normal setiap akhir pekan. "Hari ini ramai tetapi biasa, jumlahnya normal setiap weekend," kata dia.

Menurut Nyoman, kebijakan PSBB di DKI Jakarta sama sekali tidak mempengaruhi aktivitas di YIA. Selain jumlah penumpang yang wajar, aspek pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang juga berlangsung sesuai standar.

Standar pemeriksaan terhadap penumpang masih sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sebelum check in, seperti biasa penumpang akan melalui pemeriksaan suhu tubuh, pengecekan dokumentasi hasil rapid test maupun swab test.

"Tidak ada perubahan. Sebenarnya PSBB Jakarta ini biasa-biasa saja, tidak terlalu menghebohkan. Jadi sementara masih normal-normal saja," kata dia.

Petugas yang dilibatkan untuk pemeriksaan maupun pengawasan di YIA, kata Nyoman, juga tidak mengalami penambahan mulai dari petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Yogyakarta, hingga unsur TNI/Polri. "Enggak ada penambahan penjagaan, sekarang jumlah personel masih cukup," kata dia.

Seperti diwartakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlaku selama dua pekan mulai Senin (14/9) menyusul peningkatan kasus COVID-19 dalam 12 hari terakhir yang mengkhawatirkan dan membahayakan.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar