Tri Mardaya mewakili Pemkot Yogyakarta di ajang ASN inspiratif

id ASN Inspiratif,Kementerian PAN dan RB,Tri Mardaya

Tri Mardaya mewakili Pemkot Yogyakarta di ajang ASN inspiratif

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya yang meraih berbagai penghargaan di bidang kesehatan, maju mewakili Pemkot Yogyakarta di ajang ASN Inspiratif. (ANTARA/Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Tri Mardaya terpilih mewakili Pemerintah Kota Yogyakarta untuk bersaing di ajang ASN Inspiratif 2020 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.



“Ajang ini sebenarnya terbuka bagi siapa saja, bahkan seorang aparatur sipil negara (ASN) bisa maju secara pribadi. Namun, kami memilih untuk mengajukan ini melalui Pemerintah Kota Yogyakarta,” kata Analis Kebijakan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Kantoro di Yogyakarta, Selasa.



Menurut dia, Tri Mardaya mewakili berbagai syarat untuk bisa disebut sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang inspiratif karena banyak ide, gagasan maupun inovasi yang ditelurkan selama berkarir di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.



Sejumlah inovasi yang kini bisa dijalankan dengan baik bahkan beberapa di antaranya meraih penghargaan di tingkat nasional di antaranya adalah layanan kegawatdaruratan Yogyakarta Emergency Service (YES) 118 yang kini berubah nama menjadi Public Safety Center (PSC) 119 YES.



Selain itu, inovasi yang ditelurkan adalah penyusunan buku panduan pengobatan, layanan psikologi di seluruh puskesmas di Kota Yogyakarta, Rumah Sehat Lansia (Rusela), dan Sistem Penguatan Kelurahan Siaga dalam rangka Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Sikesi Gemes).



Sementara itu, Tri Mardaya mengatakan, gagasan dan inovasi tersebut ditujukan sepenuhnya untuk membantu masyarakat agar memperoleh derajat kesehatan yang lebih baik.



“Gagasan dan inovasi tersebut lahir untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di bidang layanan kesehatan, termasuk untuk kebutuhan promotif dan preventif kesehatan melalui Sikesi Gemes,” katanya.



Ia mencontohkan, layanan YES 118 lahir dari kesulitan seorang bidan untuk memperoleh layanan ambulan dengan cepat padahal layanan tersebut dibutuhkan untuk mengevakuasi pasien ke rumah sakit agar bisa segera ditangani secara medis.



“Kami buatkan sistem supaya layanan kegawatdaruratan ini bisa berjalan dengan baik dan tiba di lokasi dalam waktu yang cepat. Butuh waktu dua tahun agar layanan ini bisa berjalan. Pada awalnya, banyak yang mencibir tetapi akhirnya bisa berjalan dengan baik hingga sekarang bahkan terus berkembang,” katanya terkait layanan yang diluncurkan pada November 2008 itu.



Sedangkan untuk layanan Rumah Sehat Lansia (Rusela) lahir dari keinginan para lansia untuk bisa mengaskes layanan konsultasi kesehatan dengan mudah dan cepat.



“Saat harus ke puskesmas dan menggunakan BPJS Kesehatan, setidaknya ada banyak tahapan yang harus dilalui. Tetapi di Rusela, layanan konsultasi kesehatan bisa diakses lebih cepat dan mudah,” katanya.



Berbagai inovasi tersebut, lanjut dia, menjadi rujukan dari daerah lain untuk meningkatkan layanan kesehatan ke masyarakat.



Layanan YES 118 pun meraih penghargaan Top 99 layanan publik, sedangkan Rusela meraih penghargaan 33 besar inovasi terbaik, dan Sikesi Gemes menjadi layanan Germas Terbaik nasional untuk kategori kota.



Meskipun demikian, Tri mengatakan, berbagai ide dan inovasi tersebut mustahil berjalan dengan baik apabila tidak ada dukungan dari berbagai pihak.



“Tidak penting apakah nanti saya menang atau tidak. Yang lebih penting adalah bagaimana layanan ini bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar