Sleman buka kegiatan ekonomi pada masa pandemi

id pasar sleman,sekda sleman,sleman

Sleman buka kegiatan ekonomi pada  masa pandemi

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun blusukan di pasar tradisional untuk membagikan masker gratis sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Foto Antara/ HO-Humas Pemkab Sleman

Sleman (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tetap berupaya membuka ruang selebarnya untuk kegiatan ekonomi di tengah masa pandemi COVID-19 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Kami tetap berupaya untuk membuka ruang bagi kegiatan ekonomi selebarnya. Namun dengan catatan wajib menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan sangat ketat," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Harda Kiswaya di Sleman, Senin.

Menurut dia, melalui anggaran perubahan tahun ini, Pemkab Sleman terus mendorong sektor-sektor perekonomian seperti jasa, pariwisata dan perdagangan untuk tetap bisa berjalan dan tumbuh dengan baik.

"Ini sebagai dorongan psikologis bagi masyarakat, karena tidak mudah untuk menggerakkan pasar di tengah suasana kecemasan dan kekhawatiran akibat adanya wabah ini," katanya.

Ia mencontohkan, adanya beberapa pasar tradisional yang harus ditutup sementara untuk melakukan penyemprotan disinfektan akibat adanya pedagang atau pemasok barang yang terkonfirmasi positif COVID-19 mengakibatkan adanya ketakutan secara psikologis di masyarakat.

"Bahkan setelah tiga hari ditutup dan disterilkan, masyarakat masih akan khawatir untuk datang ke pasar tradisional. Ini tidak mudah untuk tetap menggerakkan kembali aktivitas perekonomian di pasar," katanya.

Harda mengatakan, membentuk rasa berani masyarakat itu tidak mudah, ada beban psikologis yang harus dibangkitkan dengan menumbuhkan kepercayaan di masyarakat.

"Membangkitkan kembali orang berani, terutama ke pasar itu tidak mudah. Ini yang terus kami upayakan agar kepercayaan masyarakat terus tumbuh dan perekonomian masyarakat tetap dapat berjalan," katanya.

Ia juga berharap, masyarakat jangan takut, harus berani keluar untuk memberikan motivasi bagaimana hidup di masa pandemi COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat.

"Marilah kita sama-sama saling menumbuhkan rasa optimisme, agar perekonomian masyarakat tetap dapat berjalan dan tidak terjadi penyebaran vmenimbulkan klaster baru COVID-19," katanya.

Harda menegaskan, untuk tetap membuka ruang kegiatan ekonomi di masa pandemi ini sangat tidak mudah, bahkan dari Provinsi DIY terus mengimbau agar hati-hati, terutama dalam membuka tempat wisata.

"Memang sempat ada imbauan dari provinsi agar objek wisata di Sleman yang sudah buka agar ditutup lagi. Namun kami mencoba untuk memberikan pemahaman, diskusi dengan Sekda DIY, untuk pertumbuhan ekonomi, wisata di Sleman tetap dibuka, dan akses-akses ekonomi dengan penerapan protokol COVID-19 yang ketat," katanyakatanya.

Ia mengatakan, untuk menjaga kegiatan ekonomi ini tetap disiplin dan patuh protokol kesehatan, maka kegiatan razia yustisi pelanggaran protokol kesehatan terus dilakukan setiap hari di titik-titik aktivitas ekonomi masyarakat dan objek wisata.

"Razia oleh Satpol PP Sleman setiap hari dilakukan, dan jika ada yang melanggar akan diberikan sanksi tegas hingga penutupan sementara operasionalnya," katanya.




 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar