KPU Gunung Kidul menargetkan tingkat partisipasi pilkada 72 persen

id Pilkada 2020 Gunung Kidul,Gunung Kidul,KPU Gunung Kidul

KPU Gunung Kidul menargetkan tingkat partisipasi pilkada 72 persen

Ketua KPU Gunung Kidul Ahmadi Ruslan Hani. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Gunung Kidul (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020 sebesar 72 persen atau lebih rendah dibandingkan target nasional sebesar 77 persen.

Ketua KPU Gunung Kidul Ahmadi Ruslan Hani di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan berdasarkan data tingkat partisipasi dalam pemilihan kepala daerah, legislatif 2020, dan kondisi pandemi COVID-19, pihaknya tidak berani memasang target tinggi dalam Pilkada 2020 ini.

"Kami mentargetkan 72 persen. Target tersebut sudah kami sesuaikan dengan kondisi tingkat partisipasi masyarakat dalam pilkada sebelumnya, pileg hingga kondisi pandemi COVID-19 ini. Kami harus realistis memasang target partisipasi pada Pilkada 2020 ini, namun kami berharap tingkat partisipasi melebihi 72 persen," kata Ahmadi Ruslan Hani.



Ia mengatakan tingkat partisipasi masyarakat Gunung Kidul pada Pilkada 2015 hanya mencapai 70,10 persen.

Kemudian, pada Pileg 2019 tingkat partisipasi sebesar 80 persen. Partisipasi masyarakat tersebut sebelum adanya pandemi COVID-19, tentu hal ini ini akan jauh berbeda dengan kondisi saat ini.

Saat ini, KPU Gunung Kidul juga mengintensifkan sosialisasi pelaksanaan pilkada kepada masyarakat untuk mendongkrak partisipasi masyarakat nanti. Sosialisasi kepada masyarakat pada masa pandemi saat ini, tentu berbeda dengan kondisi normal.

"Pada kondisi normal bisa dilakukan sosialisasi dari pintu ke pintu atau dari kelompok masyarakat ke kelompok masyarakat lainnya. Saat ini, kami mengutamakan sosialisasi melalui media sosial, yang terbatas jangkauannya karena belum semua masyarakat memiliki telepon genggam dan terkendala jaringan internet," katanya.



Ia mengatakan masa pandemi COVID-19 ini mengharuskan KPU Gunung Kidul harus membuat terobosan dalam upaya mensosialisasikan pilkada ke masyarakat.

Pada waktu normal, sosialisasi bisa dilakukan dengan mengajak masyarakat melalui pertunjukan seni dan budaya sehingga bisa menggeliatkan partisipasi peserta dalam jumlah besar

Saat pandemi ini, katanya, terobosan yang akan dilakukan, yakni KPU akan memberikan brosur tentang sosialisasi pemilihan yang akan disebar dari rumah ke rumah.

Rencananya jumlah brosur yang dicetak sejumlah Kepala Keluarga di Gunung Kidul. Total ada sekitar 250.000 KK dan brosur akan diserahkan bersamaan dengan undangan untuk mencoblos.

Namun demikian, lanjut Handi, sosialisasi dengan mengajak partisipasi banyak orang tidak bisa dilakukan karena adanya pandemi COVID-19.

"Dulu kami bisa lakukan sosialisasi dengan menggelar atraksi seni budaya di setiap kapanewon, tapi sekarang tidak bisa karena takutnya menjadi pemicu penyebaran COVID-19," katanya.

Sementara itu, Bupati Gunung Kidul Badingah mengatakan partisipasi dari masyarakat merupakan salah satu kunci kesukesan dalam pilkada. Oleh karenanya, didalam pesta demokrasi ini partisipasi dari masyarakat dibutuhkan untuk memilih pemimpin yang jujur adil, tidak ada kecurangan dan mendapatkan legitimasi yang kuat dari masyarakat.

"Kalau bukan kita semua yang menciptakan proses politik yang beretika, berdemokratis, bermartabat dan damai, siapa lagi,” katanya.
 
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar