DLH Yogyakarta mewaspadai pembuangan sampah liar di tanah kosong kampung

id pembuangan sampah liar,tanah kosong,perkampungan

DLH Yogyakarta mewaspadai pembuangan sampah liar di tanah kosong kampung

Dokumentasi - Tumpukan sampah di salah satu depo sampah di Kota Yogyakarta akibat penutupan TPA Piyungan, 29 Maret 2019. (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta mewaspadai munculnya pembuangan sampah liar di tanah kosong yang berada di perkampungan karena tingkat kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah belum merata.

“Masih ada saja warga yang suka membuang sampah tidak pada tempatnya. Tempat yang dipilih biasanya tanah kosong yang letaknya agak tersembunyi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, tanah kosong di perkampungan yang tidak dikelola oleh pemilik atau masyarakat biasanya menjadi tempat yang paling banyak dilirik masyarakat untuk dijadikan sebagai lokasi pembuangan sampah liar.

“Ada saja oknum yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Biasanya sambil jalan atau berkendara mereka membuang kantong berisi sampah yang dibawa dari rumah. Dibuang begitu saja ketika melihat ada tanah kosong yang dibiarkan telantar,” katanya.

Masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya, lanjut Sugeng dapat dikenai sanksi yustisi tindak pidana ringan karena Pemerintah Kota Yogyakarta sudah memiliki Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2012 yang mengatur bahwa warga yang membuang sampah sembarangan terancam hukuman pidana kurungan tiga bulan atau denda maksimal Rp50 juta.

“Penegakan peraturan daerah ini menjadi ranah dari Satpol PP Kota Yogyakarta,” katanya.

Pada awal September, Sugeng mengatakan, petugas DLH Kota Yogyakarta melakukan ekseskusi atau pembersihan lokasi pembuangan sampah liar yang berada di Jalan Lowanu.

“Lokasinya adalah tanah kosong yang dibiarkan telantar tanpa ada pengawasan dari pemilik. Sampah yang menumpuk di tepi tanah kosong tersebut kemudian dibawa ke TPS Nitikan untuk selanjutnya dibawa ke TPA Piyungan,” katanya.

Untuk mengantisipasi munculnya kembali tumpukan sampah liar, maka di lokasi tersebut dipasang papan larangan membuang sampah.

Masyarakat, lanjut dia, juga dapat melapor jika menemukan lokasi pembuangan sampah liar dan petugas DLH akan menindaklanjuti laporan tersebut secepatnya.

“Oleh karena itu, yang penting dilakukan saat ini adalah membangun kesadaran bersama di masyarakat untuk selalu membuang sampah di tempat yang sudah ditetapkan. Jumlah depo dan tempat pembuangan sampah sementara juga sudah merata dan mencukupi sehingga tidak ada alasan untuk membuang sampah sembarangan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, untuk terus meningkatkan kegiatan penegakan Perda 10 Tahun 2012 sehingga tidak muncul lokasi pembuangan sampah liar.

“Apalagi saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19. Tentunya, kebersihan lingkungan akan sangat mendukung upaya pencegahan penularan berbagai penyakit,” katanya.

Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar