Pelaku UKM Bantul mengolah bunga telang menjadi aneka minuman

id Olah bunga telang

Pelaku UKM Bantul mengolah bunga telang menjadi aneka minuman

Proses pengolahan bunga telang menjadi aneka minuman dan sabun di Dusun Sirat Desa Sumbermulyo, Kabupaten Bantul, DIY. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Pelaku usaha kecil menengah di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengolah bunga telang menjadi aneka minuman untuk menambah pendapatan di tengah pandemi wabah virus corona baru atau COVID-19.

"Beberapa minuman yang kita produksi dari pengolahan bunga telang seperti teh tubruk, teh celup, minuman original hingga campuran madu," kata pemilik UKM 'Ash Shikhah' di Dusun Sirat, Sumbermulyo, Bambanglipuro Bantul Danang Ari Krisnadi ditemui di rumah produksinya, Rabu.

Menurut dia, bunga telang yang berwarna ungu kebiruan tersebut merupakan tanaman yang mudah tumbuh di pekarangan rumah, sehingga mampu memberikan tambahan penghasilan keluarga apabila dapat diolah secara baik dan benar menjadi produk dengan nilai ekonomis.

Danang sendiri membudidayakan bunga telang sekitar enam bulan yang lalu di pekarangan rumah dan warga sekitar memanfaatkan waktu yang lebih banyak di rumah akibat pandemi wabah COVID-19, dan dia mengaku dalam sebulan dapat memetik bunga telang kurang lebih 50 kilogram.

"Proses pengolahan bunga telang saya dapatkan dari mengikuti sebuah seminar. Dari situ saya mencoba membuat aneka minuman, dan Alhamdulillah dapat respon dari konsumen," kata Danang yang sebelumnya bekerja di sebuah percetakan.

Selain aneka minuman, Danang yang menggeluti usaha bersama keluarga bejumlah enam orang juga mengolah bunga telang menjadi shampo, bodywash, sabun cair, handshop anti bakterial dan sabun telang yang sangat dibutuhkan masyarakat di masa pandemi COVID-19.

"Untuk pasar kita sudah kirim ke Makassar (Sulawesi), Kalimantan pernah, ke Lombok (NTB) juga pernah. Kalau untuk omset naik turun karena mengikuti pasar, rata-rata dalam sebulan hasil penjualan antara Rp5 juta sampai Rp8 juta," katanya.

Dia mengatakan, produk lahan dari bunga telang dijual dengan harga mulai dari Rp5 ribu sampai Rp25 ribu untuk minuman teh tergantung ukuran, kemudian untuk aneka sabun dijual dengan harga mulai dari Rp10 ribu sampai Rp15 ribu. Namun yang paling laku produk minuman teh.

Dia mengatakan, manfaat yang diperoleh dari bunga telang bisa sebagai anti oksidan, menurunkan kadar gula tubuh, menurunkan darah tinggi. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami, bahan aditif madu, produksi sabun, dan handsanitizer.

"Pandemi COVID-19 tidak berdampak pada penjualan, karena kita memasarkan semua produk secara online melalui media sosial, kalau untuk market place kita belum ada, karena kita hanya sistem COD (cash on delivery)," katanya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar