Ponpes di DIY diminta menerapkan protokol kesehatan ketat

id Ponpes,Protokol kesehatan,DiY,Kasus covid-19

Ponpes di DIY diminta menerapkan protokol kesehatan ketat

Petugas Biddokkes Polda DIY mengambil sampel darah sejumlah santri saat tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 di Pondok Pesantren Ora Aji, Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (4/7/2020). Rapid test di Pondok Pesantren Ora Aji milik Gus Miftah untuk santri yang baru saja tiba dari luar kota tersebut sebagai upaya meminimalisir penularan COVID-19 dilingkungan pesantren. (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/hp)

Yogyakarta (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta seluruh pengasuh pondok pesantren lebih memperketat penerapan protokol kesehatan agar kasus penularan COVID-19 di lingkungan pondok pesantren di daerah itu tidak terulang.

"Kami minta tolong semua pesantren betul-betul memenuhi protokol kesehatan dan lebih memperketat lagi," kata Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag DIY Bukhori Muslim saat dihubungi di Yogyakarta, Kamis.



Diwartakan sebelumnya, sebanyak 48 santri dinyatakan positif terpapar COVID-19. Ke-48 santri tersebut berasal dari tiga pondok pesantren yang berlokasi di Kabupaten Sleman. "Jangan sampai peristiwa yang terjadi di beberapa pesantren di DIY itu terjadi di pesantren yang lain," katanya.

Bukhori mengakui kegiatan di pondok pesantren di DIY memang sudah diperbolehkan dengan catatan mampu menerapkan protokol kesehatan.

Santri diperkenankan kembali ke ponpes secara bertahap, mulai dari yang berdomisili di wilayah DIY. Sedangkan santri dari zona merah belum diizinkan kembali ke pesantren.

"Kamar yang biasanya diisi empat orang menjadi dibatasi dua orang. Sebelum kembali ke pesantren, santri juga diminta karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari," kata dia.

Menurut dia, kebijakan itu telah mendapatkan restu dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat para pengurus ponpes di DIY melakukan audiensi pada Juli 2020.



"Kami sudah audiensi dengan gubernur dan beliau mengizinkan selama menaati protokol kesehatan," kata Bukhori.

Dari 320 pesantren kecil maupun besar di DIY, 30 pesantren yang saat itu menyatakan siap menerima santrinya kembali.

"Saat itu kami langsung keliling untuk memastikan. Menurut hemat kami persiapan pesantren sudah sangat matang karena seperti tempat cuci tangan juga sudah banyak,"ucapnya.

Meski demikian, dengan munculnya kasus penularan COVID-19 di pesantren, Bukhori meminta seluruh pengasuh ponpes di DIY kembali mengevaluasi penerapan protokol kesehatan dan meninjau ulang sistem pembelajaran yang terbaik untuk diterapkan.

"Dulu kami sudah membuat edaran, tetapi dengan kasus kemarin kami buat edaran lagi, intinya agar lebih memperketat lagi protokol kesehatan," tuturnya.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar