Banguntapan Bantul mengembangkan Pasar Barter COD UMKM

id Pasar Barter COD UMKM

Banguntapan Bantul mengembangkan Pasar Barter COD UMKM

Camat Banguntapan Bantul Fauzan Muarifin meninjau lokasi Pasar Barter COD UMKM di halaman Kecamatan Banguntapan, Bantul, DIY (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta bersama pelaku usaha mikro, kecil menengah setempat mengembangkan Pasar Barter COD (cash on delivery) UMKM guna memfasilitasi transaksi penjualan produk mereka di tengah pandemi wabah COVID-19.

"Gara-gara COVID-19 beberapa UMKM itu gulung tikar, omset turun drastis, sehingga sebagian mereka mengalihkan ke komoditas yang dia punya, karena komoditas baru, maka mereka butuh pasar baru," kata Camat Banguntapan Fauzan Muarifin disela meninjau Pasar Barter COD UMKM di halaman Kecamatan Banguntapan Bantul, Kamis.

Menurut dia, Pasar Barter COD UMKM se-Banguntapan tersebut dibuka setiap hari Kamis di halaman kecamatan sejak beberapa bulan lalu akibat pandemi wabah COVID-19, saat ini sudah ada sebanyak 30 pelaku UMKM dan pedagang yang memanfaatkan pasar yang dibahas bersama komunitas UMKM itu.

Terbentuknya pasar barter tersebut berawal dari obrolan pada sebuah grup media sosial beranggotakan pelaku UMKM Banguntapan yang saling menawarkan produk maupun dagangan mereka, tetapi setelah sepakat mereka kesulitan menentukan lokasi untuk transaksi, maka Camat yang ada pada grup itu menawarkan pasar barter COD.

"Sesama UMKM saling menawarkan apa yang mereka punya, dan saling tukar menukar, misalnya yang punya telur butuh bawang, yang punya bawang butuh roti saling tukar menukar kemudian COD, nah daripada COD tidak tentu, kita buatkan pasar permanen tiap hari Kamis di halaman kecamatan," katanya.

Dia mengatakan, saat ditawarkan untuk difasilitasi pasar barter, pelaku UMKM dari Kecamatan Banguntapan yang berminat jumlahnya besar, namun karena masih pandemi COVID-19, sehingga yang ditampung dibatasi jumlahnya agar tetap bisa menerapkan protokol kesehatan pencegahan corona.

"Kita batasi maksimal 30 pedagang, dan untuk mengatasi mereka yang tidak dapat ikut terfasilitasi karena kondisi ini, pasar barter COD UMKM ini juga kita replikasi ke masing-masing desa, dan sejauh ini sudah ada pasar serupa di dua titik," katanya.

Sementara itu, Ketua Pasar Barter COD UMKM Banguntapan Pipin Kurniawati mengatakan, akibat situasi pandemi COVID-19 ini para pelaku UMKM terganggu karena tidak bisa mendagangkan maupun mempromosikan produknya, sehingga mereka memposting penawaran produk masing-masing di grup.

"Di situ antar pelaku usaha satu dan yang lain tertarik, misal ada yang butuh telur satu kilogram, kacang satu kilogram dan lain lain kemudian mereka tanya di mana bisa COD, karena Pak Camat di grup nyimak, bilang bagaimana kalau difasilitasi COD di halaman kecamatan yang tidak jauh-jauh," katanya.

Dia mengatakan, para pelaku usaha menyambut positif, sehingga akhirnya setiap akan COD dari transaksi di grup itu, transaksi dilakukan di halaman Kecamatan Banguntapan. Selain COD dan barter dagangan antar pelaku UMKM, pasar juga melayani pembelian dari masyarakat dengan uang tunai.

"Jadi karena pandemi awal itu betul-betul mencekam pelaku usaha tidak berani belanja keluar, dan juga pelaku usaha satu dengan yang lain belanja punya temannya, makanya ada belanja istilah "Jagoriko" (Jajan Tonggo Nglarisi Konco), jadi daripada belanja di luar belanja di temannya," katanya.
Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar