Surat palsu terkait pegawai COVID-19 tak timbulkan keresahan

id Dinkes Bantul,COVID-19 bantul

Surat palsu terkait pegawai COVID-19 tak timbulkan keresahan

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan surat palsu dengan kop instansinya perihal pemberitahuan penutupan sementara kepada usaha sablon di Pelem Sewu, karena para pegawai positif COVID-19 tidak sampai menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Begitu ada surat itu, kami sudah langsung kontak teman-teman yang ada di sana (Pelem Sewu, Panggungharjo), dan tidak ada laporan kalau terjadi keresahan di sana, sementara situasinya kondusif," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo saat dikonfirmasi di Bantul, Kamis.

Dia sebelumnya mengatakan bahwa dinkes tidak pernah mengeluarkan surat tentang adanya lima pegawai di sebuah usaha sablon di Sewon positif COVID-19, sehingga usaha harus ditutup, karena sesuai ketentuan, data rekam medis bahwa pemberitahuan positif corona disampaikan secara pribadi ke pihak terkait.

"Motifnya apa entah persoalan bisnis atau sentimen pribadi kami tidak tahu, cuma kami pastikan surat itu surat sangat palsu dan yang memalsukan tidak ada yang meyakinkan. Saya tidak tahu kenapa pelaku buat surat itu, yang jelas palsu dan isinya hoaks, kami pastikan tidak pernah keluarkan surat itu," katanya.

Dia juga mengatakan, meski surat palsu itu mencatut nama institusi dinas kesehatan, kemudian cap basah dan tandatangan yang dipalsukan, namun pihaknya belum berencana menindaklanjuti secara hukum dengan melaporkan pelaku kepada aparat yang berwajib.

"Sampai hari ini kami belum berfikir sampai ke situ (laporan), cuma kemarin saya konsultasi dengan pak sekda (Sekretaris Daerah Bantul Helmi Jamharis) selaku pimpinan, arahannya hanya memberikan klarifikasi dulu," katanya.

Dia mengatakan, oleh karena itu, pihaknya memberikan klafifikasi melalui media massa dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bantul, guna menyampaikan bahwa surat tersebut adalah tidak benar atau palsu, baik surat maupun fakta, karena di lapangan tidak ada kasus yang berpotensi meresahkan itu.

"Dan kami pastikan itu hoaks. Kami tunggu instruksi pimpinan berikutnya apakah kemudian perlu kami tindaklanjuti dengan laporan ke arah ranah hukum," kata Agus.

Adapun isi dari surat berkop Dinkes Bantul yang disebut palsu tersebut intinya menyatakan bahwa "Berdasarkan hasil swab test yang kami terima pada Jumat, 2 Oktober, diketahui lima pegawai positif COVID-19, sehingga kami dengan sangat terpaksa memperpanjang waktu sterilisasi hingga tanggal 17 Oktober 2020".

"Sehubungan dengan adanya hal tersebut, kami melaporkan untuk menutup sementara "KYKU Production Sablon" pada 3 Oktober sampai 17 Oktober 2020 dan akan dapat beroperasi kembali pada Senin, 19 Oktober 2020", isi surat tersebut.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar