Bantul orong sediakan sarana prasarana kawasan industri Piyungan

id Industri Piyungan

Bantul orong sediakan sarana prasarana kawasan industri Piyungan

Kawasan peruntukan industri Piyungan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong penyediaan sarana dan prasarana di kawasan peruntukan industri wilayah Kecamatan Piyungan, guna mendukung pengembangan dan pertumbuhan kegiatan perindustrian daerah itu.

"Kalau pemda tetap berharap bahwa di situ (Piyungan) menjadi kawasan industri, paling tidak kawasan peruntukan industri. Artinya pemda ikut mendorong sarana prasarana bisa tersedia untuk kawasan industri," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Bantul Agus Sulistiyana di Bantul, Jumat.

Menurut dia, di sebagian wilayah Desa Srimulyo dan Srimulyo Piyungan tersebut merupakan kawasan industri yang oleh pemerintah pengelolaan diserahkan kepada pihak ketiga, dan sejak dicanangkan beberapa tahun lalu sudah ada beberapa perusahaan yang berdiri di kawasan industri.

Oleh karena itu, Pemkab Bantul yang secara geografis wilayahnya mencakup kawasan tersebut, ikut bagaimana mendorong tumbuhkembangnya kawasan industri Piyungan, karena nantinya dapat meningkatkan sektor perekonomian pelaku UKM atau pengrajin yang sudah menjalin kemitraan dengan perusahaan.

"Salah satunya pemda segera memohon kepada provinsi untuk bisa membangun akses jalan, karena ketika akses jalan dibangun, saya yakin nanti PT pengelola itu ketika ekspor dan sebagainya akan lancar, apalagi bulan Oktober ini diinformasikan akan ekspor ke Amerika (AS) sekitar 110 kontainer," katanya.

Dia mengatakan, produk kualitas ekspor yang diproduksi industri di Piyungan saat ini misalnya produk kerajinan anyaman dari pelepah pisang, kemudian kombinasi dengan kertas, dan kombinasi dengan enceng gondok, misalnya berbentuk tempat bunga dan hiasan interior lainnya.

"Jadi sangat mendukung, nanti kemudian saya sangat berharap ketika ada perusahaan - perusahaan lain yang masuk bisa bermitra dengan pelaku UKM Bantul, dan ini sudah ada sekitar 5.000 UKM yang bekerja sama atau bermitra dengan PT di sana," katanya.

Dia juga mengatakan, dan yang perlu dipersiapkan pemerintah daerah yaitu jangan sampai bahan baku kerajinan kesulitan. "Dan untungnya di Bantul sumber daya alam memungkinkan, banyak yang tanam pohon pisang, jadi bahan baku melimpah," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar