Yogyakarta siapkan interaksi antarsegmen jalur wisata sepeda

id Jalur wisata sepeda,yogyakarta

Yogyakarta siapkan interaksi antarsegmen jalur wisata sepeda

Ilustrasi - Salah satu rute yang dilintasi di jalur wisata sepeda di Yogyakarta (HO-Humas Pemkot Yogyakarta)

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Yogyakarta berupaya untuk terus mengembangkan daya tarik lima jalur wisata sepeda menjelajah berbagai kampung di kota tersebut dengan konsep interaksi antarsegmen jalur wisata sepeda.

“Kalau ada wisatawan yang ingin ‘gowes’ dengan rute atau jarak yang lebih jauh, maka bisa dikombinasikan dengan segmen atau rute terdekat lainnya,” kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Yogyakarta, Jumat.

Pada saat ini, terdapat lima rute jalur wisata sepeda yang sudah ditetapkan dengan masing-masing rute memiliki tema dan keunikan tersendiri. Rute wisata sepeda tersebut bisa diakses melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS).

Rute pertama bertema Romansa Kota Lawas dengan jarak tempuh sekitar 12 kilometer (km). Rute tersebut diawali dari depan kantor Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta di Kotabaru menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sajiono, Jalan Juandi, Jalan Ipda Tut Harsono, Jalan Kusumanegara menuju Kotagede dan berakhir di Bendung Lepen Giwangan.

Di sepanjang rute yang menjadi rute dengan jarak terjauh itu, wisatawan dapat menikmati suasana warisan Kotabaru yang dipenuhi bangunan lawas bergaya Indies, Masjid Perak Kotagede, menikmati kuliner di Lapangan Karang, Masjid Besar Mataram, Taman Gajah Wong dan kesegaran alam di Bendung Lepen Giwangan.

Rute dua bertema Tilik Jeron Beteng sepanjang 8,8 km yang diawali dari Pasar Pakuncen, Kampung Ketanggungan, Sindurejan, Suryodiningratan, Magangan, dan berakhir di Plaza Ngasem.

Sesuai dengan tema yang diangkat, maka wisatawan yang menyusuri rute tersebut dapat menikmati situs Keraton Yogyakarta sembari menikmati suasana di seputar kawasan utama budaya di Kota Yogyakarta tersebut.

Sedangkan rute ketiga bertema Jajah Kampung Susur Sungai sepanjang 6,7 km. Wisatawan bisa menikmati suasana di sekitar Sungai Winongo dan Sungai Code. Bahkan tiap Minggu juga ada Pasar Minggon Code yang menjajakan beraneka kuliner produk warga sekitar.

Rute keempat bertema hampir sama yaitu Jajah Kampung dengan unggulan wisata di sekitar kawasan heritage dengan bangunan kuno seperti Museum Wiratama, bengkel kereta api Balai Yasa, hingga makam Wijaya Brata dengan jarak tempuh 6,5 km.

Dan rute terakhir berada di sekitar Taman Pintar Yogyakarta sepanjang 6,5 km. Wisatawan diajak bersepeda dari Taman Pintar ke arah selatan dan berakhir di Giwangan yang nantinya akan menjadi lokasi pembangnan Taman Pintar 2.

“Kami sudah menguji semua segmen dan semuanya bagus serta akan menggerakkan ekonomi masyarakat di wilayah yang menjadi rute wisata sepeda baik dari potensi kulinernya, produk fesyen maupun produk kerajinan lainnya,” katanya.

Ia pun memastikan bahwa seluruh rute wisata sepeda yang disiapkan tersebut merupakan rute yang aman dan dipilih tidak terlalu banyak bersinggungan dengan kendaraan besar lainnya.
 

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar