Sejumlah pedagang Pasar Prawirotaman diminta beralih jenis dagangan

id pasar prawirotaman,sosialisasi,penempatan kembali,pedagang

Sejumlah pedagang Pasar Prawirotaman diminta beralih jenis dagangan

Dokumentasi - Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi saat meninjau perkembangan pekerjaan fisik renovasi Pasar Prawirotaman yang saat ini juga dilengkapi travelator, 7 Agustus 2020 (Eka AR)

Yogyakarta (ANTARA) - Proses penempatan kembali pedagang Pasar Prawirotaman Yogyakarta ke bangunan pasar yang baru terus dilakukan, termasuk sosialisasi mekanisme penempatan dan perubahan jenis dagangan yang harus dilakukan sejumlah pedagang, guna menyesuaikan dengan pengaturan zonasi di pasar.

“Ada lebih dari 20 pedagang yang akan mengalami perubahan jenis dagangan. Paling banyak menjadi berjualan daging dan ikan dari sebelumnya sayur, kelontong, dan aksesoris,” kata Kepala Bidang Pengembangan Penataan dan Pendapatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Gunawan Nugroho Utomo di Yogyakarta, Jumat (16/10).

Menurut dia, penyesuaian atau peralihan jenis dagangan tersebut sebenarnya sudah disanggupi oleh pedagang sebelum pedagang menempati los sementara saat Pasar Prawirotaman di Jalan Parangtritis itu, direvonasi.

Selain pengalihan jenis dagangan, katanya, sudah dilakukan kesepakatan terkait dengan penyesuaian los saat pedagang menempati kembali bangunan pasar saat sudah selesai direnovasi.

Bangunan Pasar Prawirotaman yang semula berupa bangunan satu lantai telah direnovasi menjadi empat lantai. Kegiatan pasar tradisional akan difokuskan di lantai satu hingga tiga, sedangkan lantai empat pasar akan digunakan untuk pengembangan ekonomi kreatif.

Pada perencanaan awal, lantai satu pasar akan digunakan untuk pedagang daging dan ikan atau komoditas basah lainnya, sedangkan lantai dua untuk pedagang sayur dan kebutuhan pokok yang sifatnya mudah rusak, dan lantai tiga untuk berjualan buah, jajanan, pecah belah, kelontong, dan warung makan.

“Saat ini, motivasi sebagian besar pedagang untuk beralih jenis dagangan adalah semata-mata karena mereka ingin menempati lantai satu,” katanya.

Dalam benak pedagang, lanjut Gunawan, lantai satu adalah lokasi yang paling strategis dan dipastikan akan ramai pengunjung dibanding dengan lantai dua dan lantai tiga.

“Padahal, pasar ini sudah dilengkapi dengan fasilitas untuk memudahkan pergerakan pedagang dan konsumen. Sudah dilengkapi lif dan travelator,” katanya.

Selain itu, sistem zonasi yang diterapkan akan “memaksa” konsumen naik ke lantai dua dan tiga untuk membeli bahan kebutuhan lainnya.

“Jadi, pedagang seharusnya tidak perlu khawatir,” katanya.

Gunawan mengatakan pendekatan ke pedagang terus dilakukan untuk memberikan pemahaman sehingga proses sosialisasi penempatan kembali pedagang ke bangunan pasar baru membutuhkan waktu lebih lama.

“Pengundian tempat dan pemindahan pedagang akan dilakukan dalam jarak waktu yang tidak terlalu jauh. Akhir Oktober atau awal November akan dilakukan penempatan kembali pedagang,” katanya.

Saat menempati bangunan pasar yang baru, pedagang juga tidak akan diizinkan membawa almari untuk menyimpan barang dagangan. Sebagai gantinya, akan dibuatkan semacam ruang penyimpanan di atas pedagang yang juga harus dibersihkan saat pedagang selesai berjualan.

“Tujuannya supaya kondisi pasar tetap bersih dan nyaman karena akan dilakukan pembersihan begitu pasar ditutup,” katanya.

Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar