Pemkab Kulon Progo didesak bayar ganti untung lahan Gerbang Samudra Raksa

id Gerbang Samudra Raksa,Kulon Progo,DPRD Kulon Progo

Pemkab Kulon Progo didesak bayar ganti untung lahan Gerbang Samudra Raksa

Komisi I DPRD Kulon Progo meninjau pembangunan Gerbang Samudra Raksa di Kalibawang. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Kulon Progo (ANTARA) - Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Upiyo Al Hasan mendesak pemerintah setempat segera menyelesaikan ganti untung pembebasan lahan lokasi pembangunan "Gerbang Samudra Raksa" perbatasan Kulon Progo-Magelang, tepatnya di Kecamatan/Kapanewon Kalibawang.

Upiyo Al Hasan di Kulon Progo, Minggu, mengatakan Komisi I DPRD Kulon Progo mendapatkan informasi bahwa ganti untung pembebasan lahan pembangunan "Gerbang Samudra Raksa" perbatasan Kulon Proogo-Magelang di Kecamatan Kalibawang belum dilakukan, padahal saat ini, pembangunan gerbang sudah berjalan sejak awal tahun.

"Jadi kami berharap Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Pertanahan dan Tata Ruang segera menyelesaikan pembebasannya supaya tidak ada persoalan yang ditimbulkan dalam pembangunan ini," kata Upiyo.

Ia mengatakan berdasarkan pengakuan pemilih tanah, pemkab dalam ini Disperatarung melakukan sistem sewa dengan besaran Rp10.000 per meter. Namun biaya sewa yang dijanjikan akan dibayar pada Agustus, sampai saat ini belum dibayarkan.

Ada dua persoalan dalam pembebasan lahan lokasi pembangunan "Gerbang Samudra Raksa" perbatasan Kulon Proogo-Magelang, yakni harga tanah belum jelas, dan biaya sewa, serta pembayaran sewa tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

"Kami mohon segera diselesaikan, jangan sampai menimbulkan hal-hal yang tidak baik bagi pemilik tanah. Hal ini dikarenakan pemilik tanah merupakan warga Magelang," katanya.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kulon Progo Heriyanto mengatakan saat ini, proyek pembangunan "Gerbang Samudra Raksa" yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, dan Perumahan Rakyat sudah dilakukan sejak awal 2020, statusnya masih sewa.

Pemkab Kulon Progo memiliki kewajiban menyediakan tanah seluas 8.000 meter untuk pembangunan "Gerbang Samudra Raksa" di Kalibawang. Pembebasan lahan akan diselesaikan pada 2021, namun proyek sudah dikerjakan. Saat ini, tanah masih berstatus sewa selama dua tahun.

"Kami akan mengupayakan pembebasan lahan segera terselesaikan, dan anggaran tidak terkena refocusing pada 2021," katanya.

Seperti diketahui, Pemerintah Pusat memiliki program super prioritas, salah satunya pengembangan infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Candi Borobudur. Saat ini, Kementerian PUPR sudah membangun infrastruktur tersebut, salah satunya Gerbang Samudra Raksa atau Gerbang Klangon.

Gerbang Samudra Raksa atau Gerbang Klangon menjadi titik peristirahatan wisatawan yang memulai perjalanan dari Bandara Yogyakarta International Airport menuju Candi Borobudur, sehingga akan ditata menjadi rest area dan ruang terbuka publik dengan biaya sebesar Rp27 miliar. Penataan gerbang yang terletak di Jalan Nanggulan Mendut, Karang Reso, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo tersebut meliputi pembangunan pusat informasi wisata dan sclupture Klangon, pusat kuliner, kios oleh-oleh, mushola, deck view point, area parkir, Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST), dan toilet.

Selain itu juga dilakukan penataan pedestrian/trotoar, drainase, street furniture, dan lansekap di jalur eksisting serta dibangun relief dari batu sebagai ikon Gerbang Klangon dengan tema Samudra Raksa, yang merupakan salah satu kapal kayu bercadik khas Nusantara dengan mempresentasikan kebudayaan bahari purbakala.

Dengan penataan koridor utama Candi Borobudur diharapkan mampu menciptakan penataan ruang publik yang sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal budaya daerah melalui berbagai macam strategi. Sektor pariwisata diharapkan menjadi sektor andalan untuk mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

"Salah satu komitmen pemerintah yakni tempat kuliner diperuntukkan bagi warga sekitar dan pemilik tanah," katanya.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar